Monumen Seroja adalah monumen penghormatan dan monumen sejarah perjuangan serta pembangunan di Propinsi Timor-Timur yang selama 23 tahun menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sejak tahun 1976 - 1999 Monumen Seroja merupakan perwujudan rasa hormat anak bangsa untuk mengenal para pejuang yang telah gugur di Timor-Timur. Monumen ini juga menjadi peringatan peristiwa sejarah dari awal Timor-Timur berintegrasi dengan NKRI hingga menjadi suatu negara merdeka.
Monumen Seroja dibangun di atas area tanah seluas 126x92,5m2 yang berlokasi di kompleks Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Bangunan fisik terdiri dari dua buah Bangunan Perenungan yakni Perenungan Awal dan perenungan Akhir. Panel berbentuk bendera sejumlah 23 buah. Di bagian atas terdapat relief perjuangan Timor-Timur, sedangkan pada bagian bawah tertulis nama para Pejuang Seroja yang gugur di Timor-Timur. Kolam Seroja berupa sebuah kolam air mancur berbentuk kelopak bunga seroja yang di tengah-tengahnya terdapat Tugu Monumen yang menghiasi monumen ini
.
Pembangunan monumen ini dilaksanakan pada masa Panglima TNI dijabat oleh Laksamana Widodo AS, dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri pada tanggal 10 Nopember 2002. Kemudian pada masa Panglima TNI dijabat oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto dilaksanakan renovasi monumen diantaranya menambahkan nama-nama Pejuang Seroja yang belum terukir di bagian bawah Relief