Bahaya bencana alam banjir dan tanah longsor sering diakibatkan karena banyaknya hutan yang gundul, untuk itu TNI turut berpatisipasi aktif bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk membantu pelaksanaan program Reboisasi, melalui penghijauan kembali lahan atau hutan yang gundul.
TNI Manunggal Reboisasi (TMR).
a. Bersadarkan Petunjuk Presiden kepada Pangab dan Kasad dalam rangka menunjang Reboisasi dan Transmigrasi, Radiogram Pangab Nomor : T/190/1983 tanggal 9 Agustus 1983 tentang rencana Bhakti ABRI dalam rangka membantu penyelenggaraan Reboisasi dan Juklak Pangab nomor : Juklak/07/P/VIII/1983 tanggal 23 Agustus 1983 tentang Bhakti ABRI dalam rangka Reboisasi.
b. Pelaksanaan kegiatan :
1) Tahun 1983/1994 membantu penghijauan dan Reboisasi di 6 Kodam, 7 Propinsi (Aceh, Sumsel, Lampung, Kalsel, Sulteng, Sulsel dan NTB), berada di 11 Kabupaten dengan luas lahan 6.645 Ha, jenis bibit yang ditanam Pinus Mercuri, Eucalyptus, Sonokeling, Lamtorogung, Kaliandra dan mahoni.
2) Tahun 1994/1995 membantu penghijauan dan reboisasi di 4 Kodam, 8 Propinsi (Aceh, Sumsel, Lampung, Kalsel, Sulut, Sulteng, Sulsel dan NTB), berada di 8 Kabupaten, dengan luas lahan 5.750 Ha, jenis bibit yang ditanam Pinus Mercuri, Eucalyptus,Sonokeling, Lamtorogung, Kaliandra dan mahoni.
3) Tahun 1984-1987 rehabilitasi Kawasaan Hutan Lindung Bukit Suharto Prop. Kaltim dengan luas areal 5.000 Ha.
4) Tahun 1998 membantu penanaman kembali jalur batas Taman Nasional Gunung Leuser dengan luas areal 400 Ha ditanami pohon Komersial (Damar Laut, Meranti, Merbau, Cengkal/dan Kerung) se-banyak 410.000 batang dan penanaman pohon non kemersial (Cempedak, Rambutan, Mangga, Lang-sat/Rambe dan Durian) sebanyak 200.000 batang.