TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Festival Budaya Tradisi “Mane’e” Di Pulau Intata

By 28 May 2012 02:41Kodam VII/Wirabuana
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Di hari ketiga kunjungan kerjanya ke pulau-pulau terluar/terdepan Indonesia yang berbatasan dengan perairan negara tetangga Filipina, Komandan Korem 131/Santiago Kolonel Inf A.A.B. Maliogha yang didampingi Ketua Persit KCK Koorcabrem 131 PD VII/Wirabuana Ny. Ida Maliogha, Kasi Intel Letkol Inf Jimmy K. Marunduh, dan Kasdim 1301/Satal Mayor Inf. Masgen Abas, sempat mengikuti upacara festival budaya tradisional mane’e di Pulau Intata Kepulauan Nanusa  Kabupaten Kepulauan Talaud.

Mane’e adalah festival budaya tradisional menangkap ikan secara langsung dengan tangan maupun dengan jaring ikan kecil yang biasa disebut oleh masyarakat Nusa Utara sibu-sibu. Budaya tradisi mane’e diadakan setiap tahun oleh warga masyarakat kepulauan Nanusa di Pulau Intata di minggu terakhir bulan Mei. Meskipun terletak di ujung Timur Laut kabupaten Kepulauan Talaud, masyarakat di sekitar kepulauan Nanusa berupaya untuk menyaksikan dan berpartisipasi dalam festival budaya tersebut, bahkan ada sebagian yang berasal dari Melonguane, ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud.

Prosesi budaya tradisi mane’e berlangsung selama 3 hari. Pada dua hari pertama, warga masyarakat menyiapkan peralatan jaring tradisional yang disebut oleh warga sebagai ‘samik’ sepanjang kurang lebih 700-an meter. Samik dibuat dari tali hutan yang dililit dengan janur kuning sebagai alat untuk menakut-nakuti ikan agar tidak lari ke laut, tetapi tertahan di pantai dangkal sehingga dapat mudah ditangkap baik secara langsung dengan tangan maupun dengan alat bantu sibu-sibu saat air surut. Malam hari ketiga diadakan ibadah syukur guna memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi berkat berupa kelimpahan ikan yang akan ditangkap. Esok paginya, samik dipasang mengelilingi lokasi mane’e, yakni tempat berkumpulnya ikan di terumbu-terumbu karang di sepanjang pantai Intata. (Penrem 131/Dispenad)

Festival Budaya Tradisi “Mane’e” Di Pulau Intata