TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Sejarah Dispenad

By 20 Jul 2012 04:47Berita Satuan
images_logo_jajaran_lamdispen

Dinas Penerangan Angkatan Darat


Berita | Visi & Misi | Sejarah | Pejabat Puspom | Pengadaan | Binfungpen

 

Pada masa perang kemerdekaan RI, kegiatan penerangan termasuk penerangan militer telah dikumandangkan. Dengan cara yang sangat sederhana dan dengan menggunakan peralatan serba terbatas, para insan penerangan menyampaikan kebijaksanaan dan instruksi dari pimpinan negara, melelalui pesawat radio maupun aksi selebaran untuk membangkitkan semangat perjuangan, yang langsung ditangani oleh komandan satuan.

Perjuangan insan penerangan, telah melakukan kegiatan agitasi dan propaganda dengan memanfaatkan tembok-tembok, gerbong-gerbong kereta api bahkan pohon-pohon besar untuk menuliskan semboyan atau slogan guna membakar semangat perjuangan bangsa Indonesia, misalnya Merdeka ataoe Mati, Oesir Anjing Nica dari Republik Indonesia, Esa Hilang Dua Terbilang. Selain aksi corat-coret, kegiatan propaganda dan agitasi melalui siaran pesawat radio yang mereka rebut dari tangan tentara Jepang. Khususunya peristiwa 10 Nopember 1945 di kota Surabaya. Seorang tokoh bernama Bung Tomo melalui pidatonya yang berkobar-kobar dan selalu diawali Allah hu Akbar mampu membangkitkan semangat dan mengobarkan api perjuangan pada para pejuang yang terkenal gigih, berani dan pantang menyerah.

Akibat pengaruh propaganda Bung Tomo tersebut, telah mampu membuat panik tentara Sekutu yang diboncengi Nica. Walaupun secara resmi Organisasi Penerangan Angkatan Darat pada saat itu belum terbentuk, namun keberadaan dan peran sertanya dalam perjuangan bangsa menampakan hasil yang nyata.

Suatu kenyataan, yang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa peran penerangan dalam operasi perang kemerdekaan, sangat membantu dan dibutuhkan. Oleh karena itu, pimpinan Angkatan Darat memutuskan membentuk Organisasi Penerangan Angkatan Darat

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Sejarah Dispenad