TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Yonif 144/JY Berangkat Ke Papua

By 09 Jul 2012 06:21Kodam II/Sriwijaya
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Nugroho Widyotomo pimpin upacara Pemberangkatan Satgas Yonif 144/JY ke Papua, di Pelabuhan Pulau Bay Bengkulu, Minggu (8/7).

Sebagai prajurit, tugas operasi dimaknai sebagai suatu tugas kebanggaan dan kehormatan. Oleh karena itu, personel yang tergabung dalam Satgas Ops Pamtas harus memiliki semangat pengabdian dan rela berkorban tanpa pamrih. Dalam menghadapi tugas ini, kewajiban kita sebagai prajurit tidak lain adalah melaksanakannya dengan penuh loyalitas, dedikasi, disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Dengan berbekal kemampuan dan keteram-pilan yang diperoleh selama melaksanakan pratugas serta pengabdian yang tulus sebagai prajurit profesional, kepercayaan dan kehormatan yang diberikan pimpinan tersebut, saya yakin akan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Tegas Pangdam

Kita ketahui bersama bahwa Provinsi Papua yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea masih mengandung berbagai permasalahan dan ancaman, terutama yang berkenaan dengan masalah separatisme dan pelintas batas yang sampai sekarang belum terselesaikan dengan tuntas. Kehadiran Satgas Ops Pamtas Yonif 144/JY diharapkan dapat membantu mengamankan wilayah perbatasan terhadap pelintas batas yang memasuki wilayah Indonesia dan adanya orang-orang tertentu yang berniat memisahkan Papua dari NKRI. Berkenaan dengan masalah separatisme, hingga saat ini sebagian masyarakat di wilayah Papua masih dihantui oleh perasaan was-was, takut dan trauma karena berbagai aksi teror ataupun intimidasi yang yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Tidak hanya itu saja, akhir-akhir ini kita dapat menyaksikan melalui media cetak maupun elektronik, bagaimana eskalasi kekerasan di Papua makin meningkat, salah satu contoh adalah kejadian penghadangan yang dilakukan oleh OPM pada tanggal 1 Juli 2012 terhadap pasukan Kostrad yang sedang melaksanakan patroli rutin. Aksi-aksi kekerasan, biasanya akan semakin meningkat menjelang dilaksanakannya hari ulang tahun OPM, yang diperingati setiap tanggal 1 Juli, ujar Pangdam.

disamping itu Pangdam mengatakan bahwa TNI tidak akan pernah membiarkan separatis tumbuh di bumi pertiwi ini, karena gerakan tersebut jelas-jelas melawan hukum, menyengsarakan rakyat dan mengingkari kesepakatan nasional bangsa Indonesia. Mencermati situasi tersebut, saya perintahkan setibanya di daerah Papua, kalian agar segera melakukan adaptasi dan selalu waspada dengan lingkungan dimana kalian ditempatkan. Kenali betul adat dan budaya serta karakter masyarakat setempat, karena hal ini penting dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, terutama dari masyarakat. Rebut hati rakyat melalui kegiatan Binter terbatas, sehingga rakyat akan berpihak kepada kita dan menjadi pagar hidup selama kalian melaksanakan tugas. Laksanakan analisa situasi dengan cepat, tepat dan akurat agar terhindar dari kesalahan dalam pengambilan keputusan. Aplikasikan 8 Wajib TNI dengan sungguh-sungguh, taati dan ikuti semua petunjuk maupun perintah atasan serta protap-protap yang berlaku sehingga dapat melaksanakan tugas sesuai dengan harapan. Pahami tugas dan tanggung jawab masing-masing perorangan agar tidak ragu-ragu dalam bertindak. Jaga dan hindarkan diri dari perbuatan yang melanggar hukum, asusila maupun norma-norma yang berlaku termasuk adat setempat, apa lagi yang berkaitan dengan pelanggaran HAM. Karena setiap pelanggaran, akan memojokkan posisi TNI di mata masyarakat dan dunia internasional. HAM bukanlah untuk ditakuti, tetapi wajib untuk ditaati dan dihormati. Jangan ragu-ragu dalam bertindak bila semua prosedur telah dilakukan dengan benar. Selain itu, pelihara kesehatan fisik jasmani dan tingkatkan terus kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap pelaksanaan tugas, dengan cara memperbanyak kegiatan ibadah sesuai agama masing-masing.

Pangdam II/Swj, mengucapkan selamat bertugas dan semoga sukses dalam melaksanakan tugas mulia ini. Do’a kami beserta seluruh keluarga besar Kodam II/Swj menyertai langkah dan pengabdian kalian. Harapan kita semua, semoga Satgas Yonif 144/JY yang merupakan kebanggaan kita bersama ini, berangkat dalam keadaan lengkap, demikian juga hendaknya saat kembali dari tugas nanti, juga dalam keadaan lengkap, Demikian pesan dan harapan Pangdam II/Swj Mayjen TNI Nugroho dihadapan para prajurit satgas Yonif 144/JY.

Hadir pada acara tersebut, Gubernur Bengkulu beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Danrem 041/Gamas, Para Pejabat Kodam II/Swj, Para Dan/Ka Balakdam II/Swj, Ketua beserta pengurus Persit KCK PD II/Swj dan keluarga Prajurit 144/JY. (Pendam II/ Dispenad).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Yonif 144/JY Berangkat Ke Papua