TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kisah Heroisme Putra Daerah Yang Menjadi Berita Nasional

By 21 Aug 2012 07:05Bilik Prestasi
images_nikolas

Adegan kejar mengejar mobil dan sepeda motor ternyata tidak hanya milik sinetron remaja yang mengisahkan seorang pemuda tanggung dengan motor bututnya terseok-seok mengejar  kekasih hatinya yang diculik oleh sekawanan berandalan, atau cerita holywood yang mengisahkan superhero bertopeng dan pakaian kulit hitam diatas motor super canggihnya sedang mengejar sekawanan perampok bank yang mengendarai Van keluaran mutakhir.

Kejadian serupa ternyata juga dialami secara nyata oleh seorang pemuda pemberani. Nicolas Sandi Harewan namanya. Pemuda kelahiran Jayapura 25 tahun lalu ini ternyata seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat Serda.

Putra Papua yang baru selesai melaksanakan tugas menjadi anggota Tim Ekspedisi Katulistiwa Kopassus di Kalimantan ini sedang mengurus  cuti tahunan untuk menengok orang tuanya yang berdomisili di bumi cendrawasih.

Kisah heroiknya bermula ketika  pada tanggal 23 Juli 2012  pukul 19.45 WIB, Serda Nikolas Sandi Harewan bersama  tunangannya pergi membeli tiket pesawat dengan tujuan Papua di Agen Biro perjalanan daerah Cawang Otista. Namun malam itu belum mendapat tiket, sehingga melanjutkan pencarian tiket ke daerah Jakarta Pusat.

Ketika melintas di Jl. Medan Merdeka Utara tepatnya didepan lapangan Banteng Jakarta Pusat, Sersan Nikolas yang sehari-hari menjadi organik Satuan-81 Kopassus ini mendengar suara perempuan minta tolong dari dalam mobil angkot  yang sedang melaju kencang. Merasa curiga karena pada saat itu lampu didalam angkot dimatikan, Serda Nikolas Sandi langsug mengejar angkot tersebut dan melihat dari lampu sepeda motor yang dikendarainya ada 5 orang beserta sopir yang diduga akan melakukan percobaan perkosaan dan perampokan terhadap seorang penumpang (karyawati).

Melihat hal tersebut, tanpa mempedulikan keselamatannya, Serda Nicholas Sandi Harewan segera memepet angkot dan menarik tangan sopir hingga keluar dari jendela lalu menggertak sopir itu supaya segera menurunkan penumpang tersebut, karena takut sopir memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dan terjadilah kejar mengejar antara Serda Nikolas Sandi dengan angkot yang berusaha meloloskan diri. Merasa terdesak dikejar dan diteriaki oleh para pengejarnya, tersangka melempar korban dari dalam angkot tepat di depan kantor Mahkamah Agung. Serda Nikolas Sandi meminta tunangannya tersebut untuk menolong penumpang seorang wanita yag sedang menangis ketakutan, sedangkan sopir dan 4 rekannya lansung kabur.

Tidak hanya sampai disitu saja, Serda Nikolas Sandi menuju Pos Polisi Merdeka Barat melaporkan kejadian tersebut pada  aparat kepolisian, dengan berbekal laporan dari Serda Nikolas Sandi tentang ciri-ciri pelaku, kendaraan serta nomor Polisinya, Polisi segera mengejar kawanan tersebut.  4 rekan sopir angkot berhasil kabur dengan cara meloncat dari angkot di sekitaran Monas, Polisi tetap melanjutkan pengejaran pada angkot yang kabur dan akhirnya sopir angkot dapat ditangkap oleh Polisi di daerah Dukuh Atas Jakarta Pusat.  Selanjutnya  dengan berbekal laporan dari Serda Nicholas Sandi tersebut akhirnya satu persatu pelaku dapat ditangkap.

Untuk keberaniannya tersebut, Serda Nicholas Sandi mendapat apresiasi dari berbagai pihak tidak terkecuali dari Pimpinan TNI Angkatan Darat. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan tindakan kepahlawanan yang melampaui panggilan tugasnya tanpa mempedulikan keselamatan jiwanya, Serda Nicholas Sandi mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya yang diberikan dalam upacara dan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kisah Heroisme Putra Daerah Yang Menjadi Berita Nasional