TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pangkostrad Pimpin Upacara Pelepasan Satgas Yonif L /305/17/1 Kostrad Ke Perbatasan Indonesia-Malaysia

images_img_Pamtas_10082012pamtas1

Pasukan dari Batalyon Infanteri Linud-305/17/1 Kostrad pimpinan Letkol Inf Elkines  ke Kalimantan Barat  dari Pelabuhan Kolinlamil  pukul 09:00 WIB dengan menggunakan Kapal milik TNI AL  KM Teluk Ratai dengan no lambung 509, Jakarta, Kamis (05/04).

Sebagai prajurit Sapta Marga, prajurit pejuang dan prajurit profesional yang memegang teguh norma-norma keprajuritan, serta berdisiplin tinggi harus bangga mendapatkan kesempatan dan kepercayaan untuk melaksanakan tugas operasi, karena tidak semua prajurit mendapat kepercayaan dan kehormatan seperti ini.  Tugas Pam perbatasan  juga harus dapat dilaksanakan dengan baik, agar kehadiran Satgas Yonif Linud-305/17/1 Kostrad dapat diterima oleh masyarakat setempat. Demikian  penyampaian Pangkostrad Mayjen TNI M. Munir

Pasukan sebanyak 650 orang ini akan bertugas selama enam bulan untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Ini merupakan tugas rutin untuk menggantikan pasukan sebelumnya. Mereka akan mengawasi wilayah perbatasan sepanjang 1.043 kilometer yang rawan terhadap kejahatan, seperti penyelundupan dan pembalakan liar, serta daerah perbatasan yang memungkinkan kejahatan lintas negara dengan penyelundupan manusia, narkoba, atau barang- barang terlarang lainnya yang merugikan sosial dan ekonomi negara. Ancaman dapat juga berupa upaya-upaya lain dari pihak asing untuk menciptakan kondisi dalam mempengaruhi masyarakat di perbatasan, selain itu wilayah perbatasan yang tidak terpantau akan memudahkan penyelundupan senjata, munisi, atau bahan peledak untuk mendukung aksi terorisme yang belakangan ini merupakan ancaman terbesar keamanan negara.

Pangkostrad  berpesan agar pasukan menjaga nama Kostrad baik saat bertugas dan mematuhi standar operasi yang berlaku. “Pasukan harus bertugas dengan baik, jangan bertindak melanggar hukum, prajurit bukan hanya dituntut untuk memiliki kemampuan tehnik dan taktik dalam pengamanan situasi di daerah rawan dengan kekuatan senjata akan tetapi juga dituntut untuk memiliki kemampuan teritorial dalam melaksanakan pembinaan teritorial secara optimal sehingga prajurit harus bisa benar-benar merebut hati rakyat serta tampil sebagai prajurit yang senantiasa memberikan pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat dengan satu tujuan, yaitu memelihara rasa nasionalisme masyarakat setempat yang mungkin terisolasi dari warga negara lain, oleh karena itu dukungan penuh dari masyarakat setempat juga akan memudahkan mendapatkan informasi dan perkembangan situasi keamanan setiap wilayah yang menjadi tanggung jawab, para unsur pimpinan dan prajurit segera beradaptasi dengan cepat  untuk membekali diri dan satuan tentang berbagai informasi seperti keadaan cuaca, medan, dan budaya khas di daerah penugasan agar segera mungkin siap untuk melaksanakan tugas dalam mengawasi dan melindungi titik batas/pematokan agar tidak bergeser yang nantinya merugikan wilayah NKRI.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kaskostrad Mayjen TNI Zahari Siregar, Pangdivif 1 Kostrad Harry Purdianto, S.IP, M.Sc, Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab, Pangarmabar, Dankormar, Danjen Kopassus, Pangkoopsau 1, Komandan Kolinlamil, Danlanud Halim Perdana Kusuma,  Irkostrad Kolonel Inf Djoko Subandrio, staf Ahli Pangkostrad,  para Asisten, para Kabalak jajaran Kostrad, LO-AL dan AU,  prajurit Satgas Pamtas Yonif L-305/17/ 1 Kostrad serta Pengurus Persit KCK PG Kostrad

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Tips Kesehatan Kodiklat Kodam XVI/Patimura Kodam V/Brawijaya Puspen TNI Kodam VI/Mulawarman Berita Satuan
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pangkostrad Pimpin Upacara Pelepasan Satgas Yonif L /305/17/1 Kostrad Ke Perbatasan Indonesia-Malaysia