TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Sertu Nicolas Sandi Dan Pelda Melkior Nandi Naik Pangkat Luar Biasa

By 06 Aug 2012 06:38Dinas Penerangan
images_img_dispenad_06082012kplb

 

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo memberi penghargaan kepada dua Prajurit TNI AD yang berprestasi berupa kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu Pelda Melkior Nandi Babinsa Kodim 1612/Manggarai dan Sertu Nicolas Sandi Harewan Anggota Satgultor 81 Kopassus. Penganugerahan kenaikan pangkat luar biasa tersebut dilaksanakan pada upacara hari Senin (6/8) di lapangan upacara Markas Besar Angkatan Darat.

Dalam amanatnya Kasad mengatakan, Penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004. Pada pasal 44 ayat (1) dinyatakan bahwa “setiap prajurit yang mempertaruhkan jiwa raga secara langsung dan berjasa melampaui panggilan tugas, dapat dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa”. Secara umum Kenaikan Pangkat Luar Biasa sering diberikan kepada Anggota TNI-AD di daerah operasi, karena berbagai hal diantaranya karena keberaniannya, keuletannya, jiwa pantang menyerah dan kepemimpinan lapangan.

Khusus pada hari ini Kasad menjelaskan, TNI-AD memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada dua orang Prajurit tidak terlepas dari apa yang telah mereka lakukan, khususnya usaha pencegahan terhadap amuk massa yang ingin membakar kantor Polsek Lembor di Manggarai, namun berhasil dilaksanakan negosiasi yang dilakukan oleh Babinsa Pelda Melkior Nandi dengan massa untuk tidak melakukan kegiatan anarkis yang dapat merugikan semua. Demikian juga tindakan yang dilakukan oleh Sertu Nicolas sehingga dapat mencegah terjadinya pemerkosaan didalam angkutan kota di Jakarta oleh sekelompok pemuda, terhadap seorang karyawati yang baru pulang bekerja malam hari.

Kasad mengungkapkan, pada akhir-akhir ini kerap kali terjadi aksi-aksi atau tindakan yang sering menimbulkan rasa khawatir kepada masyarakat. Tindakan kepahlawanan yang dilakukan oleh kedua anggota TNI-AD tersebut, maka tepatlah kiranya jika Tim menyarankan kepada Kasad untuk memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada mereka berdua. Kenaikan Pangkat Luar Biasa merupakan bentuk prestasi dan penghargaan terhadap kepedulian Tentara yang memiliki perhatian terhadap lingkungan atau masyarakat sekitarnya.          

Pelda Melkior Nandi yang lahir di Lema, Manggarai Barat, 13 Maret 1966 dan berdinas di TNI AD sejak tahun 1986, adalah Babinsa Kodim 1612/Manggarai Kodam IX/udayana, diberi Kenaikan Pangkat Luar Biasa karena telah berjasa dan berhasil melakukan tindakan kepahlawanan melampaui panggilan tugasnya tanpa memperdulikan keselamatan jiwanya mencegah perusakan Polsek Lembor oleh warga Desa Wae Bangka. Pelda Melkior yang tampil disaat kritis tersebut telah berhasil mencegah massa yang akan melakukan perusakan dan pembakaran terhadap Polsek Lembor Kab. Manggarai Barat tanggal 26 Desember 2011, pukul 05.00 WITA. Ribuan warga Desa Wae Bangka yang marah akibat meninggalnya tahanan Polsek Lembor atas nama Arnold Hapong dapat ditenangkan oleh Pelda Melkior yang tidak memperdulikan keselamatan jiwanya, berani turun langsung menenangkan massa yang marah sehingga kerusakan Polsek Lembor dapat diminimalisir. Pelda Melkior yang sangat dihormati masyarakat Desa Wae Bangka terbukti mampu mencegah anarkhisme melalui himbauan yang disampaikan secara simpatik sehingga Polsek Lembor terhindar dari pembakaran dan perusakan oleh massa yang pada saat itu sudah beringas.

Sedangkan Sertu Nicolas Sandi yang lahir di Jayapura tanggal 19 Juni 1988, dan menjadi anggota TNI AD tahun 2009, yang merupakan anggota Satgultor 81 Kopassus, telah berjasa dan berhasil melakukan tindakan kepahlawanan melampaui panggilan tugasnya tanpa memperdulikan keselamatan jiwanya, menyelamatkan penumpang wanita atas nama Iswati dari upaya perampokan dan perkosaan oleh sopir Angkot yang terjadi pada tanggal 23 Juli 2012 dimana  pada saat itu mendengar teriakan wanita minta tolong dari dalam mobil Angkot yang sedang melaju kencang. Mendengar teriakan tersebut Sertu Nicolas langsung melakukan pengejaran terhadap Angkot yang berisi 5 orang dengan   sepeda motor tanpa memperhitungkan keselamatan jiwanya untuk menolong korban. Tindakan berani yang dilakukan Serda Nicholas dengan memukul dan menggertak sopir Angkot membuat sopir Angkot dan kawan-kawan takut sehingga megurungkan niat dan melempar korbannya keluar Angkot. Selanjutnya Sertu Nicholas segera menyelamatkan dan merawat wanita tersebut.

Tindakan atau langkah yang diambil  oleh pelda Melkior Nandi dan Sertu Nikholas Sandi merupakan suatu bentuk respon dan kepedulian prajurit TNI AD terhadap lingkungan sekitarnya. Tindakan berani dan terpuji tersebut sesuai dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Hal ini dapat dijadikan contoh yang baik bagi setiap prajurit TNI.

Pada kesempatan tersebut Pelda Melkior Nandi mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas kenaikan pangkat yang diberikan oleh  Kasad. “Saya tidak bisa mengungkapkan dengan perasaan, ini merupakan sejarah bagi kehidupan saya di Angkatan Darat, saya akan pertanggungjawabkan apa yang telah diberikan oleh Kasad, saya akan melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku”. Kepada prajurit TNI AD saya berpesan untuk melaksanakan tugas dengan ikhlas, berbuat yang terbaik untuk bangsa, masyarakat dan TNI AD. Karena kalau kita berbuat baik kepada masyarakat pasti ada imbal balik, masyarakat juga akan berbuat baik kepada TNI.

Demikian pula dengan Sertu  Nicolas Sandi, yang mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bangga atas penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa yang diberikan oleh bapak Kasad. Menurut Sertu Nicolas, dalam melaksanakan tugasnya seorang prajurit tidak mengenal waktu dan tempat, dimanapun dia berada disitu dia dapat melaksanakan tugasnya. Yang utama dan harus selalu dipegang teguh adalah Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Kepada rekan-rekan prajurit di seluruh Indonesia, Sertu Nicolas berpesan agar saling peduli baik sesama prajurit maupun sesama warga negara Indonesia. Menyangkut aksinya menolong korban, Sertu Nicolas mengatakan, pada saat menolong korban tidak ada pikiran untuk mendapatkan kenaikan pangkat tapi semata-mata bertekad untuk menolong korban. “Yang ada dalam pikiran saya bagaimana caranya menolong korban yang ada di dalam korban”. Karena menurutnya, dia banyak melihat di media massa sering kejadian penumpang Angkot khususnya wanita, menjadi korban perampokan, pemerkosaan bahkan korban dibunuh, sehingga dia bertekad untuk menyelamatkan korban, walaupun nyawa jadi taruhannya.

Sementara itu Iswati yang merupakan korban yang diselamatkan oleh Sertu Nicolas, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pertolongan yang diberikan oleh Sertu Nicolas. Iswati menceritakan bahwa pada malam kejadian itu, sekitar pukul 11.00 WIB, dia naik Angkot C 01 dimana di dalam Angkot tersebut sudah ada 5 orang, dua di depan dan 3 di belakang dan mereka terus melirik saya, kemudian mobil belok ke arah lapangan Banten dan tiba-tiba lampu dimatikan dan 3 orang di belakang langsung menyergap saya, mulut saya di bekap dan leher saya di cekik sambil diancam “ lu mau hidup atau mati”, saya terus berontak dan teriak-teriak, dan syukur  ada penolong yang mendengar teriakan saya dan mengejar Angkot itu. Karena dikejar dan dipukul, saya dikeluarkan dari angkot dan saya ditolong oleh Bang Nicholas dan Mbak Nita, saya diberi minum dan ditenangkan kemudian melaporkan ke polisi terdekat. Atas pertolongan Bang Nicholas, saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, karena tanpa pertolongan Bang Nicholas, mungkin saya sudah tidak ada lagi. “Terima kasih banyak Bang”, kata Iswati. Atas Kenaikan Pangkat Luar Biasa yang diberikan kepada Sertu Nicolas, Iswati menyatakan kegembiraannya karena Sertu Nicolas pemberani dan tidak memikirkan keselamatan jiwanya menolong saya, ungkap Iswati.

Sedangkan Vitus Usu, Anggota DPRD Manggarai Barat  Dapil 3  Kec. Lembor yang mendampingi Pelda Melkior Nandi  mengatakan,  Pelda Melkior Nandi adalah prajurit yang berani karena berhasil menenangkan kebringasan warga dan mencegah warga Desa Wae Bangka membakar Polsek Lembor  terkait dengan peristiwa meninggalnya warga Desa Wae Bangka di tahanan Polsek Lembor.  Menurut Vitus Usu Pelda Melkior Nandi layak menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Kasad. “Saya selama ini terkesan kalau prajurit itu dihukum, diturunkan pangkatnya namun Puji Tuhan, kali ini Kasad memberikan penghargaan kepada prajuritnya berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada Pelda Melkior Nandi”, ungkap Vitus Usu. (Dispenad)

 

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam XII/Tanjungpura Kodam II/Sriwijaya Puspen TNI Kodam Iskandar Muda Kodam IV/Diponegoro Dinas Penerangan
Sort by

Sertu Nicolas Sandi Dan Pelda Melkior Nandi Naik Pangkat Luar Biasa