TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Desa Ceruk Diserang Anggota Yonif L-330 Kostrad

By 04 Sep 2012 06:28Kostrad
images_img_Kostrad_07092012_lat-pprc

Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Kilat XXIX Tahun 2012 (PPRC) TNI melakukan penyerangan kesebuah perkampungan di Desa Ceruk, Ranai, Natuna yang dikuasai musuh. Penyerangan dilakukan, Kamis (5/9) pagi ini dengan menurunkan kekuatan gabungan dari TNI Angkatan Darat Yonif L 330 kostrad  dan Marinir (AL).

Komandan Batalyon Yonif Linud 330 Kostrad Letkol Infantri Andi Gunawan selaku Danyon PPRC Kilat XXIX Tahun 2012 mengatakan hal itu kepada wartawan usai menerima pasukan dari semua satuan yang bergabung menjadi satu di sebuah kaki gunung Ranai, Rabu (4/9).

“Besok (hari ini) sekitar subuh pagi akan kita lakukan penyerangan di  Desa Ceruk,” ujar Danyon yang kesehariannya menjabat Dan Yonif Linud 330/TD Divisi Infantri I Kostrad didampingi Wadanyon PPRC, Mayor Infantri Kamil Bahren Pasha yang juga merupakan Wadanyon Linud 330/TD Divisi Infantri I Kostrad.

Serangan ini merupakan latihan gabungan PPRC TNI yang digelar di Natuna, ujar Danyon di sela-sela prosesi penggabungan pasukan Latihan Gabungan PPRC TNI di Kaki Gunung Bedung Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.

Semua pasukan dari seluruh satuan bergabung menjadi satu ini dipimpin Komandan Batalyon, Letkol Infantri Andi. Dalam penggabungan tersebut, Rabu (5/9), pasukan marinir diterima oleh Danyon PPRC didampingi  Wadanyon Mayor Infantri Kamil Bahren Pasha, Danyon mengatakan, proses penggabungan itu dilaksanakannya untuk membentuk kekuatan dalam rangka melakukan penyerangan ke sebuah perkampungan di Desa Ceruk.”Kita akan melakukan persiapan di sini, dalam rangka penyerangan ke Dusun Ceruk,” serunya kepada prajurit.

Kedua pasukan Kostrad dan Marinir kemudian melakukan pertemuan di sebuah kawasan perkebunan milik warga di Desa Tanjung Seraya untuk melakukan persiapan dan pemetaan rencana serangan.

Berdasarkan data yang dihimpun Haluan Kepri, gabungan prajurit itu berasal dari Kostrad sekitar 400 personil, penerjun dari Yonif Linud 330, dan Brigif Linud 17 Kujang 1. Sedangkan pasukan Marinir berasal dari Brigif 2 Marinir dan Menkaf 2 Marinir.

Sehari sebelumnya, Selasa (4/9),  PPRC TNI melakukan operasi serangan fajar  di Bandara Ranai dan Pantai Sengiap. Kedua wilayah itu  berhasil direbut kembali musuh  pukul 05.30 WIB. Kekuatan musuh dapat dipatahkan oleh satu batalyon infantri yang diterjunkan menggunakan enam pesawat hercules.

Sementara itu, di tempat berbeda, tepatnya di Pantai Sengiap, Kecamatan Bunguran Timur Laut, satu batalyon pasukan Marinir TNI menggunakan 30 unit tank ampibi yang dibantu enam KRI juga melaksanakan perebutan wilayah tersebut. Terjadi pertempuran jarak dekat antara PPRC Gabungan (TNI AU, AD dan AL) dengan pihak musuh di Pantai Sengiap. Dalam waktu sekejap kawasan pantai yang berada di bagian timur laut Kota Ranai itu pun berhasil dikuasai anggota TNI.

Serangan fajar yang terjadi di dua tempat berbeda itu merupakan latihan gabungan PPRC TNI yang digelar di Natuna. Di pangkalan udara TNI AU merupakan operasi lintas udara dan di Pantai Sengiap adalah operasi ampibi. (Penkostrad/Dispenad)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Desa Ceruk Diserang Anggota Yonif L-330 Kostrad