TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

PPRC Rebut Pantai Sengiap Dan Lanud Ranai

By 04 Sep 2012 06:01Kostrad
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Pangkalan TNI AU Ranai yang dikuasai musuh berhasil direbut prajurit TNI melalui serangan fajar sekitar pukul 05.30 WIB, Selasa (4/9). Untuk merebut pangkalan udara tersebut, TNI menurunkan satu batalyon infantri menggunakan 6 pesawat Hercules.

Selain itu, pantai Sengiap yang sebelumnya dikuasai musuh berhasil direbut oleh pasukan Marinir berkekuatan satu batalyon pasukan dan 30 unit tank, dibantu 6 KRI. Dalam perebutan wilayah tersebut, terjadi pertempuran jarak dekat antara pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) TNI, baik di pangkalan udara maupun di pantai Sengiap.

Itulah gambaran latihan gabungan pemukul reaksi cepat TNI yang digelar di Natuna, kemarin. Dalam latihan itu, pangkalan udara TNI AU di Ranai dipakai sebagai operasi Linud dan pantai Sengiap adalah operasi tim ampibi.

Setelah kedua daerah dan objek vital itu dikuasai, PPRC TNI langsung melakukan serangan gabungan melumpuhkan pertahanan musuh yang sudah menguasai perkampungan di Ceruk.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan, latihan gabungan PPRC TNI itu digelar untuk menguji persiapan operasi yang direncanakan Pangkostrad. ”Kegiatan seperti ini kita lakukan tiap tahun. Dilaksanakan secara bergilir di divisi I dan divisi II,” ujarnya.

Dibeberkan Panglima, latihan PPRC TNI di Natuna merupakan wilayah barat Divisi I di Celedong. ”PPRC TNI ini untuk melakukan tindakan awal, Jika ada ancaman yang mengganggu wilayah kedaulatan NKRI,” kata Panglima usai meninjau latihan PPRC di Lanud Ranai, Selasa (4/9).

Dikatakan Panglima, latihan tempur PPRC merupakan langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan di Natuna. ”Natuna berada di wilayah laut China Selatan,” ungkapnya.

Diungkapkan Panglima, jika terjadi konflik di Laut China Selatan, pasti akan berimbas ke Natuna. ”Sebetulnya lokasi latihan bisa dilaksanakan di daerah mana saja, bisa di Dumai, di Kalimantan, dan Batam. Tetapi tempat latihannya kira-kira paling mungkin terjadi, ya di situ kita latihan,” jelasnya.

Ditambahkan Panglima, kondisi saat ini masih bisa diatasi dengan pasukan PPRC TNI untuk menguasai wilayah. Jika tidak, akan dibentuk komando tugas gabungan yang baru. ”Menggantikan PPRC menangani masalah,” ujarnya.

”Tapi dalam skenario latihan, ancaman yang ada masih bisa ditangani PPRC TNI, dengan menerjurkan pasukan Linud dan Marinir. Latihan PPRC ini selain menguji juga akan terus dilakukan evaluasi dan memperbaiki dalam rencana operasi,” ujarnya.

Dikatakan Panglima, latihan PPRC di Natuna tidak ada kaitannya dengan terjadinya konflik di laut China Selatan. Meski termasuk dalam salah satu negara yang terlibat dalam klaim kepemilikan kepulauan Parasel dan lainnya.

Ditambahkan Panglima, diupayakan agar negara yang terlibat tidak menggunakan kekuatan militer jika terjadi konflik di laut China Selatan. Namun akan dilakukan dengan kerjasama, mengawasi dan pengelolaanya, agar menciptakan kondisi yang kondusif dan aman. Tapi kita berlatih, untuk antisipasi kemungkinan bisa terjadi disini. Jika terjadi konflik di laut China Selatan, akan berimbas ke Natuna,” ujarnya.

Kepala Wasid dan Pengendali Latihan Gabungan PPRC TNI, Kolonel Inf Ainur Rahman menjelaskan, dalam skenario latihan dilakukan operasi Linud dan operasi amfibi serta operasi gabungan dan operasi darat gabungan. Sasaranya adalah Pantai Sengiap, pangkalan Udara TNI AU Ranai dan perkampungan warga di Ceruk,” katanya.

Latihan gabungan PPRC TNI melibatkan 2.500 personel termasuk penyelenggara sebanyak 336 personel, MA PPRC 76 personel, Satkomplek 40 personel, satgasrat 503 personel, Satgasla 1.025 personel, Satlaksopsud 495 personel, KODL 25 personel, Bulsi dan pendukung di Natuna 500 personel.

”Sekitar pukul 05.30, pasukan Marinir dan Infantri menguasai pangkalan dan pantai. Dan akan bergerak  ke perkampungan warga di Ceruk yang dikuasai musuh, yang akan dilakukan dengan serangan operasi darat gabungan,” jelasnya. (Penkostrad/Dispenad)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

PPRC Rebut Pantai Sengiap Dan Lanud Ranai