TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Hellycopter MI-17 mengalami kecelakaan di Pos Long Bulan Malinau Kalimantan Utara

By 10 Nov 2013 00:46SIARAN PERS
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Kadispenad Brigjen TNI Rukman Ahmad menggelar Jumpa Pers terkait Hellycopter MI-17 milik TNI AD yang mengalami kecelakaan di Pos Long Bulan Malinau Kalimantan Utara pada 9 November 2013 pukul 10.45 Wita. Jumpa pers digelar di Aula Dispenad, Jakarta (9/11/2013).

Dalam keterangannya kepada awak media, Kadispenad menjelaskan bahwa Heli MI-17 tersebut sedang digunakan sebagai sarana transportasi udara untuk mengangkut personel dan material bangunan dalam rangka program TNI membangun pos pengaman perbatasan di Pos Long Bulan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Kronologis kejadian, pada pukul 09.00 Wita, Heli MI-17 take off dari tarakan dengan 6 crew dan 1 pengawas (Militer atas nama Kapten Czi Sardi) beserta 2 orang warga sipil yang merupakan pemborong bangunan Pos. Selanjutnya pada pukul 10.15 Wita mendarat di desa Apauping untuk mengangkut 10 orang pekerja sehingga total crew dan penumpang menjadi 19 orang (Militer 7 orang, Sipil 12 orang). Pada pukul 10.25 Wita, Heli take off menuju Pos Long Bulan Malinau, namun 20 menit kemudian yakni pada pukul 10.45 Wita, sekitar 300 meter dari Hellypad, Heli melakukan proses Aproach pada ketinggian kurang lebih 30 meter dan oleng, sehingga menyebabkan Helly jatuh di lokasi hutan/jurang dengan perkiraan jarak 800 meter dari permukaan laut.

Menurut Kadispenad, penggunaan helikopter untuk mengangkut material bangunan menuju Pos Long Bulan Malinau dilakukan karena tidak ada akses jalan darat atau jalan air/sungai, sehingga perjalanan kesana hanya dapat dilalui melalui udara yaitu dengan menggunakan helikopter.

Akibat kecelakaan tersebut, Heli MI-17 mengalami rusak berat dan terbakar setelah terjatuh. Dari 19 penumpang Heli, 13 orang meninggal dunia dan 6 orang mengalami luka bakar. Daftar nama korban meninggal dan selamat, sebagai berikut :

1)         Selamat (luka bakar)

a)         2 orang militer atas nama Sertu Joko Karsono dan Praka Tigor MT Siburian.

b)         4 orang sipil atas nama Mendan, Albert, Fredi, dan Njuk.

 

2)         Meninggal Dunia (5 orang militer dan 8 orang sipil)

a)         Kapten Cpn Wahyu Ramdan (FE/Flight Engineering)

b)         Kapten Czi Sardi (anggota Denzibang Tarakan)

c)         Lettu Cpn Agung Budi Harjo (Pilot)

d)         Lettu Cpn Rohmad (Co-Pilot)

e)         Serka Aan Prayitno (Mekanik)

f)          Sdr. Desi (Pekerja Pemb. Pos Pamtas)

g)         Sdr. Wahyu (Pekerja Pemb. Pos Pamtas)

h)        Sdr. Belong Lenggang (Warga Desa Apauping)

i)          Sdr. Ling-ling (Warga Desa Apauping)

j)          Sdr. Asun (Warga Desa Apauping)

k)         Sdr. Sam (Warga Desa Apauping)

l)          Sdr. Ging (Warga Desa Apauping)

m)        Sdr. Rodes (Warga Desa Apauping)

Kadispenad mengatakan TNI AD telah mengambil langkah-langkah dalam penanganan kecelakaan tersebut diantaranya melakukan evakuasi korban luka, bekerja sama dengan PT Pertamina dan Perusahaan Swasta NUH NUH (National Utility Helicopter) yang telah memberikan bantuan Helly Bell 412. TNI AD juga membentuk Tim Investigasi beranggotakan 6 orang dan Tim Recovery berangotakan 12 orang ke Tarakan, yang telah berangkat pada hari Sabtu sore pukul 15.00 Wib. Sementara, evakuasi korban meninggal akan mulai dilakukan tanggal 10 November 2013 dengan menggunakan Helly MI-17 dan Cassa 212 dari Semarang, untuk mengangkut korban ke alamat duka. TNI-AD mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu upaya penanggulangan kecelakaan ini.

Kadispenad mewakili TNI AD juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban kecelakaan Heli MI-17 tersebut.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Hellycopter MI-17 mengalami kecelakaan di Pos Long Bulan Malinau Kalimantan Utara