TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Panglima: TNI bermain politik, demokrasi rusak

By 09 Jan 2014 19:00Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Rabu, 8 Januari 2014 11:14 WIB | 3157 Views, (ANTARA News) – Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menegaskan jika TNI bermain-main politik maka akan merusak demokrasi. “TNI memiliki semangat yang kuat untuk tidak turut campur,” kata  Panglima TNI usai membuka Rapim TNI 2014 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu.

Menurut dia, TNI memiliki peran positif dalam menjaga proses politik 2014 dengan sebaik-baiknya karena bermain-main dalam politik akan berisiko tinggi. Ia mengatakan TNI memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas politik nasional menjelang pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang.

“TNI harus memiliki semangat yang kuat untuk ikut berpartisipasi menjaga stabilitas politik nasional. Hal ini sesuai dengan tema Rapim TNI 2014 kali ini,” kata Panglima. Rapim TNI 2014 yang mengangkat tema “Kita Mantapkan Prefesionalitas TNI Dalam Menjaga stabilitas, Kedaulatan Dan Keutuhan NKRI” ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalitas prajurit TNI.

Ditegaskan, sejauh ini TNI dijiwai semangat yang tulus menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mutlak untuk dijaga. Indikator TNI kuat, jika kedaulatan dan keutuhan NKRI bisa dijaga dengan baik.

Dalam Rapim TNI tahun 2014, dijadwalkan berlangsung selama empat hari mulai tanggal 8 sampai 13 Januari 2014. Rapim dibuka secara resmi oleh Panglima di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Persepsi

Rapim TNI dianggap sebagai sarana komunikasi, bertukar informasi para pimpinan agar dicapai satu kesatuan, tindakan serta evaluasi program kerja dan kinerja organisasi TNI. Disamping itu, Rapim juga diarahkan untuk membangun kesatuan persepsi para Pimpinan TNI, sehingga pelaksanaan tugas TNI tahun 2014 dapat berjalan sesuai arah kebijakan pimpinan dan dapat mencapai hasil yang optimal.

Hasil evaluasi Rapim TNI tahun 2013 yang menonjol diantaranya adalah tentang belum terlengkapinya alat utama sistem senjata (alutsista) pengganti dari sebagian alutsista lama, penggelaran kekuatan TNI yang relatif masih bertumpu di Pulau Jawa, serta keterbatasan dukungan anggaran yang belum mencukupi dalam mewujudkan kekuatan pokok minimum TNI.

Rapim TNI diikuti oleh 229 pejabat jajaran Mabes TNI dan mabes angkatan. Ada pun, garis besar kegiatan dalam Rapim TNI tahun 2014 meliputi pembekalan Menhan Purnomo Yusgiantoro, Meneg PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menkeu Chatib Basri, Mendagri Gamawan Fauzi dan dilanjutkan pembekalan dari Kasum TNI serta kas angkatan. Pada hari Kedua, Kamis (9/1) diisi dengan pengarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada peserta Rapim TNI dan Rakor Polri di Aula STIK, Jakarta.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Panglima: TNI bermain politik, demokrasi rusak