TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

TNI Turunkan Prajurit Bantu Pengungsi

By 21 Jan 2014 19:43Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

JAKARTA, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budi¬man menginstruksikan para panglima daerah militer (pangdam) mengoptimalkan para prajurit, termasuk yang bera¬da di kesatuan-kesatuan pendukung, untuk memban¬tu upaya perbaikan kerusak¬an di daerah bencana. Selain perbaikan sarana dan pra¬sarana, diinstruksikan pula pemulihan kondisi para pe¬ngungsi dengan mendirikan dapur lapangan.

Instruksi KSAD Jenderal TNI Budiaman itu disam¬paikannya dalam rapat koor¬dinasi dengan jajarannya di Mabes TNI Angkatan Darat (AD), Senin (20/1) siang. Hadir dalam rapat ini Wakil KSAD Letjen TNI M. Munir, Pangkostrad Letjen TNI Gatot Nurmantyo, dan Kadispenad Brigjen TNI Andika Perkasa. Para panglima daerah militer (Pangdam) dari 13 Komando Daerah Militer (Kodam) pun turut serta dalam koordinasi ini melalui teknologi infor¬masi tele konferensi.

Dengan keikutsertaan para Pangdam dalam rapat koordinasi melalui teknologi informasi tele konferensi, kendati mereka berada di markas masing-masing, su¬dah bisa segera mengerah¬kan pasukannya setelah menerima instruksi KSAD. Ti¬dak hanya mendapat ins¬truksi, para pangdam pun di-beri kesempatan untuk mengusulkan pandangannya terkait penanganan daerah-daerah rawan bencana.

Seperti Pangdam II Sriwi¬jaya Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo mengusulkan agar setiap provinsi yang “ma¬suk dalam wilayah kodam ini didirikan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur). Alasan¬nya, dengan adanya Denzi¬pur, maka akan lebih cepat memulihkan kerusakan yang terjadi di daerah bencana.

Usulan tersebut dires¬pons positif oleh KSAD Jen¬deral TNI Budiman. Dia me¬mang menginginan agar se-genap kesatuan Angkatan Darat (AD) dan kesatuan teri¬torial mulai dari Kodam hing¬ga Komando Rayon Militer (Koramil) segera tanggap un¬tuk membantu jajaran Peme¬rintah Daerah (Pemda) yang wilayahnya terkena bencana.

“Kami memiliki tenaga dan peralatan yang memadai. Dan sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) TNI, segenap jajaran TNI dapat se¬gera berinisiatif dalam tugas kemanusiaan pada saat terja¬di bencana alam,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, KSAD juga mengingatkan agar para Pangdam mengelo¬la dengan baik setiap bantu¬an kepada masyarakat mela¬lui kodam masing-masing. “Saya minta lakukan tertib-administrasi, dan transpar¬an. Dengan demikian baik penyumbang maupun yang memperoleh sumbangan bisa mengetahui bahwa setiap bantuan telah disalurkan de¬ngan baik,” tuturnya.

Di tempat terpisah, banjir lahar dingin yang mengan¬cam wilayah Kabupaten Sle¬man, Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Jawa Te¬ngah, mendapat perhatian khusus Kodam IV/Diponego¬ro. Institusi ini terus meman¬tau perkembangan situasi di gunung Merapi dengan mem¬bantu kedua pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi bencana. “Tingginya curah hujan di Jawa Tengah dan DIY, berpotensi menimbulkan bencana banjir lahar dingin dari puncak Merapi,” tegas Pangdam IV/Diponego¬ro, Mayjen TNI Sunindyo, Senin (20/1).

Dikatakan Pangdam, sa¬lah satu mitigasi bencana alam paling menonjol di wi¬layah Kodam IV/Diponegoro adalah bencana banjir lahar dingin Merapi. Jutaan meter kubik material vulkanis Me¬rapi sisa erupsi 2010, masih mengancam dan dapat menyapu sebagian wilayah kabupaten Sleman.

Oleh karena itu. pihaknya menginstruksikan Kodim 0732/Sleman untuk meman¬tau dan melaporkan perkembangan terkini Merapi. “Kita juga terus memantau per¬alatan mitigasi bencana yang dipasang di Merapi selain menyiapkan dukungan per¬sonel di lapangan dalam membantu penanganan ben¬cana alam,” tuturnya.

Seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro di kedua wi¬layah ini, diinstruksikan un¬tuk siaga dalam membantu mengantisipasi bencana Me¬rapi. “Baik Kodim maupun Korem sudah menyiapkan anggota,” kata Pengdam, seusai konferensi jarak jauh ten¬tang kesiapan dukungan TNI AD dalam membantu pena¬nganan bencana alam ber¬sama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Di Kodim, jelas Sunindyo, saat ini disiapkan satu satu¬an setingkat peleton yang siap diterjunkan di medan bencana. Demikian pula di Korem, juga disiapkan satu satuan setingkat kompi (SSK) yang siap bergerak. “Ada atau tidak ada bencana alam, mereka tetap siaga,” lanjut¬nya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

TNI Turunkan Prajurit Bantu Pengungsi