TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kisah Aparat TNI Mengevakuasi Warga Pandansari

By 21 Feb 2014 21:01Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Mendengar kabar puncak Gunung Kelud diguyur hujan lebat pada Selasa (18/2) sore hingga malam, para personel TNI AD dari Kodam V/Brawijaya bersiaga di Desa Pandansari, Keca­matan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kekhawatiran itu pun terbukti, aliran lahar hujan hasil erupsi Gunung Kelud be­gitu derasnya mengalir di Sungai Konto yang melalui desa itu.

“Saat itu terdengar suara ge­muruh,” kata Kepala PeneranganKodamV/Brawijaya Totok Sugiharto, mengisahkan kepada Republika, Kamis (20/21. Suara gemuruh itu adalah putusnya dua jembatan di Pandansari akibat terjangan lahar hujan erupsi Kelud.

Totok mengisahkan, aliran lahar hujan yang berisi material pasir, pohon, kayu be­sar, hingga lumpur bercampur jadi satu dan menerjang apa pun yang ada di depannya. Dua jembatan yang melintasi Sunga Konto sebagai, satu-satunya akses keluar masuk warga dari dan ke Desa Pandansari pun ter­putus.

Sebanyak 312 warga dan 19 relawan ter­isolasi di Desa Pandansari. Saat itu, kata Totok, aparat TNI tidak sempat mengevakuasi penduduk. Sebanyak 2.226 personel TNI AD hanya bisa menunggu aliran lahar hujan di Sungai Konto surut sam­bil memberikan bantuan logistik, seperti makanan siap saji. “Saat itu lebar sungai menjadi 100 me­ter dengan kedalaman hingga dua, meter,” kata Totok.

Evakuasi warga dan relawan yang terje­bak di dalam desa baru dilakukan aparat TNI AD sejak Rabu (19/2) pagi. Evakuasi tidak bisa dilaksanakan sekaligus, melain­kan bertahap menggunakan kendaraan roda rantai dan tali dengan metode flying fox.Evakuasi berakhir pada Kamis (20/2) pagi. Alhamdulilah, semua warga dan dermawan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Beruntung, kata Totok, status Gunung Kelud yangsemula awas, diturunkan men­jadi siaga pada Kamis. Radius bahaya yang awalnya 10 kilometer menjadi lima kilome­ter. “Meski demikian, kami tetap berjaga-jaga karena bisa saja ada lahar dingin su­sulan,” katanya.

Tidak hanya aparat dari Kodam V/Bra­wijaya, satu pleton personel dari SatuanTugas Marinir TNI AL di Pos­ko Pujon juga dikerahkan untuk membantu evakuasi warga Desa Pandansari. “Pengerahan pa­sukan itu untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa mengingat hujan deras mengguyur kawas­an puncak Gunung Ketud,” kata Komandan Satgasmar Letkol Marinir Kurniawan BCP.

Kurniawan menjelaskan, pengerahan pasukan yang di­pimpin Letda Mar Sholeh terse­but menyisir perkampungan De­sa Pandansari dan memeriksa satu per satu rumah penduduk. “Para prajurit juga sudah lama membantu warga desa setempat untuk melakukan pembersihan masjid, sekolah, dan rumah warga di Dusun Munjung, Desa Pan­dansari, Kecamatan Ngantang.”

Irul, salah seorang warga yang terjebak di dalam desa se­telah aliran deras lahar hujan menerjang, menyatakan, putus­nya jembatan di Desa Pandan­sari akibat tak kuasa menahan beban material lumpur dan be­batuan yang meluap di Sungai Konto. “Akibat aliran lahar hujan yang menutup jembatan, warga terpaksa menginap di lokasi ru­mah yang rusak,” ujarnya.

Pantauan Republika pada Kamis I20/2), aliran lahar hujan yang melalui Sungai Konto masih terlihat deras. Saking derasnya, bekas tembok yang dihantam oleh lahar dingin ikut hanyut di sungaiitu. Jembatan Desa Pandansari pun lenyap. Para personel TNI AD bersama relawan dan warga bahu-membahu mengevakuasi warga menggunakan tali menye­berangi sungai. Ketegangan tam­pak dari raut wajah warga yang dievakuasi keluar dari Desa Pan­dansari.

Sejumlah kendaraan berat milik TNI juga dikerahkan untuk menyapu material lahar hujan yang memutuskan jalan menuju Desa Pandansari. Sejumlah pe­tugas dari Zeni Tempur V Kepanjen sudah melihat kondisi jembat­an yang putus. “Jembatan di Pan­dansari masih dalam evaluasi tim,” kata Kabid Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malang BagyoSetiono. (antara,Laeny Sulistyawati, &ed: andri saubani), Sumber Koran: Republika (21 Februari 2014/Jumat, Hal. 01)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kisah Aparat TNI Mengevakuasi Warga Pandansari