TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Ceramah Bintal Dan Sosial Dalam Rangka HUT Ke-68 Persit Kartika Chandra Kirana

logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Menyambut HUT ke-68 Persit Kartika Chandra Kirana Kodam XVII/Cenderawasih selenggarakan ceramah Bintal dan Sosial dengan tema “ Peran perempuan dalam mengisi pembangunan berkelanjutan “ menghadirkan nara sumber Kaporlak Bintaljarah Bintaldam XVII/Cenderawasih Mayor Inf Nurwanto S.Ag,M.si dan Direktur Institut Pemerintahan Dalam Negara (IPDN) Kampus Papua Ibu DR. Margaretha Rumbekwan S.SOS.,M.Si yang dihadiri oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Atie Christian Zebua, didampingi ibu-ibu Pengurus Persit KCK PD XVII/Cenderawasih serta Ibu-ibu Persit Kodam XVII/Cenderawasih pada Selasa 11 Maret 2014 bertempat di Aula Serba Guna Rindam XVII/cenderawasih.

Mayor Inf Nurwanto S.Ag,M.si menyampaikan bahwa banyak sekali cerita yang mengisahkan tentang rendahnya harkat dan martabat perempuan, berbagai pelecehan dan perlakuan tidak manusiawi telah menempatkan perempuan pada titik terendah sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Akan tetapi lambat laun kaum perempuan mulai terlepas dari belenggu kenistaan dan perbudakan terhadap sesame manusia. Kaum perempuan mulai diakui sebagai makhluk mulia dan terhormat, mahluk yang memiliki harkat dan martabat yang sama dengan kaum laki-laki. Namun demikian perjuangan tersebut mengalami beberapa hambatan yaitu adanya kelompok Ortodoks yang masih sangat kuat mereka menolak melakukan perubahan dan tetap mempertahankan Undang-undang tradisional. Walau banyak mengalami kesulitan gerahan Feminisme terus mengalami perkembangan, banyak perempuan khususnya kelompok elit yang memiliki strata sosial tinggi mampu mampu melakukan perubahan-perubahan yang berarti dalam masyarakat. Contoh nyata yaitu perjalanan R.A Kartini sebagai sosok terdepan penggerak serta penggagas kesetaraan gender melalui tulisan yang terangkum dalam buku “ Habis Gelap Terbitlah Terang “.

Dalam uraian sejarah perempuan diawali oleh Kongres Perempuan pada 22 Desember 1928 dimana peristiwa tersebut merupakan tonggak sejarah pergerakan perempuan Indonesia. Perjuangan kaum perempuan tidak terbatas pada sekedar menuntut hak, tetapi bagaimana menciptakan iklim perubahan yang sama kepada setiap warga Negara yaitu dapat berperan serta dalam Pembangunan Nasional.  Yang lebih penting lagi Wanita adalah Tiang Negara, kualitas sebuah generasi tergantung kepada perempuan dan yang harus selalu diinggat dibalik laki-perkasa dibelakangnya ada perempuan yang tangguh, dibalik suami hebat dibelakngnya ada istri yang lebih hebat dan dibalik anak-anak yang sukses ada dibelangnya Ibu yang lebih sukses. Ungkap Mayor Inf Nurwanto S.Ag,M.Si”.

Sementara itu Ibu DR. Margaretha Rumbekwan S.SOS,M.Si menyampaikan bahwa seorang perempuan mempunyak banyak peran didalam keluarga, masyarakat, menjaga karier suami, karier diri sendiri, dalam politik dan dalam Agama. Dalam keluargapun perempuan harus mampu menjadi penerus generasi, sebagai pendidik utama anak-anak, sebagai penyejuk dan pembawa damai dalam hubungan keluarga serta  mampu memberi motivasi dan semangat kepada anak-anak dalam belajar. Seorang perempuan harus bisa memberi dorongan dan semangat kepada suami dalam melaksanakan tugas, menjaga nama baik suami, selalu memahami permasalahan yang dihadapi suami dan membantu mencari solusi yang baik serta selalu berusaha secara maksimal untuk ikut dalam kegiatan “ Persit ”.

Selalu aktif dalam kegiatan keagamaan juga mendorong keluarga untuk selalu mengucap syukur atas berkat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, selalu meminta hikmad dari Tuhan untuk menuntun kehidupan keluarga dan sanak saudara serta selalu mencari solusi yang efektif dalam menghadapi masalah. Ungkap Ibu DR. Margaretha Rumbekwan S.SOS,M.Si “.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam V/Brawijaya Berita Satuan Kostrad Dinas Psikologi Dinas Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kodam XII/Tanjungpura Puspen TNI
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Ceramah Bintal Dan Sosial Dalam Rangka HUT Ke-68 Persit Kartika Chandra Kirana