TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kapal Perang Mulai ‘Serbu’ Batam

By 29 Mar 2014 04:37Berita Satuan
sav

KOREM 033/WIRA PRATAMA (28 Maret) – Jelang pelaksanaan Kegiatan latihan bersama (Latma) Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2014 di Kota Batam, Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas, sejumlah kapal perang negara luar sudah mulai ‘menyerbu’ Batam, yang akan melaksanakan latihan bersama  pada 29 Maret hingga 5 April 2014. yang rencana akan dibuka oleh Panglima TNI.  (Kamis 28/3).

Adapun kapal perang asing yang sudah tiba dan berlabuh di Pelabuhan Makobar Batuampar, Batam di antaranya adalah kapal perang Plan Mount Changbai dari Cina, kapal perang BRP Ramon Alcaraz dari Fhilipina dan kapal perang KDP Darulehsan dari Brunai Darussalam. kapal perang Cina dengan mengangkut 420 personil angkatan laut dari Cina Kemudian Kapal perang negara Fhilipina tipe Landing Platform Dock (LPD), dengan mengangkut 120 personil angkatan laut Filipina Dan kapal perang negara Brunai Darussalam, dengan mengakut 90 personil angkatan laut Brunai, yang tiba di perairan Batam dengan bertipe Offshore Patrol Vessel,”

Indonesia sebagai tuan rumah, dalam Latma MNEK 2014 ini juga telah menyiapkan sebanyak 18 unit kapal perang dari berbagai tipe. Di antaranya, KRI Tanjung Nusanive, KRI Tanjung Kambani, KRI Yos Sudarso, KRI Imam Bonjol, KRI Pati Unus, KRI Arun, KRI Makassar, KRI Teluk Cirebon, KRI Teluk Ading, KRI Teluk Parigi, KRI Sultan Hasanuddin, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Alamang KRI Nira, KRI Soputan, KRI Teluk Banten serta KRI Suharso (kapal rumah sakit)

“Khusus KRI Suharso ditempatkan di Anambas dalam Latma Komodo ini, kapal ini diterjunkan dalam simulasi penanggulangan bencana. Sedangkan KRI Teluk Banten sudah siap di Natuna,”

kerja sama militer bidang latihan ini di bawah payung Asean Defence Ministry Meeting (ADMM). Tema yang diusung dalam Latma ini adalah “Kerjasama untuk Menjaga Stabilitas Kawasan (Cooperation for Stability)”. Adapun tujuan dilaksanakannya Latma Multilateral Komodo 2014 ini bagi TNI AL, adalah untuk meningkatkan hubungan antar negara-negara Asean dan non Asean. Kemudian meningkatkan stabilitas keamanan maritim kawasan, meningkatkan kemampuan (capacity building) tim penanggulangan bencana Indonesia terutama TNI AL, dalam konteks operasi secara multilateral. Lalu memberikan rekomendasi dan masukan strategis bagi kerja sama Asean Regional Forum (ARF) dalam penanggulangan bencana di wilayah regional.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kapal Perang Mulai 'Serbu' Batam