TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Apintel Sebagai Mata Dan Telinga Negara

By 04 Apr 2014 20:23Kodam IV/Diponegoro
DSC_0085
 
Tugas aparat Intelijen adalah sebagai mata dan telinga Negara. Hal ini berarti  sebagai mata untuk menjalankan fungsi melihat dan merekam apa yang dilihat di wilayah tugasnya sedangkan telinga berfungsi untuk mendengar informasi yang berkembang di wilayah tugasnya guna menjaga keamanan dan keutuhan Negara.
Demikian sambutan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo pada saat membuka rapat koordinasi Komunitas Intelijen Daerah Provinsi Jateng, di Balai Diponegoro Makodam IV/Diponegoro (Selasa,  1/4).  Rapat Koordinasi yang mengambil tema “Dengan Semangat Kebersamaan Melalui Rapat Koordinasi Kominda Jawa Tengah, Kita Satukan Visi dan Misi Dalam Rangka mensukseskan Pemilu 2014”, dihadiri oleh segenap aparat intelijen Provinsi Jawa Tengah baik dari TNI, Polri, Apintel Instansi Pemerintah dan Apintel Instansi terkait.
Menurut Mayor Jenderal Sunindyo, aparat intelijen harus mampu mentransformasikan dirinya dengan cara pembenahan sumber daya manusia, meningkatkan kemampuan intelijen, menganalisis masalah, menguasai teknologi,  memiliki teknik intel dan  meningkatkan kerjasama Intelijen guna perkuatan bidang intelijen serta yang paling penting bekerja untuk Negara. Intelijen adalah telik sandi, jadilah orang kepercayaan jaga kehormatan negara, tegas Mayjen TNI Sunindyo.
Pada akhir sambutan, Jenderal Berbintang Dua ini berpesan kepada seluruh aparat intelijen untuk selalu menjaga kehormatan Negara dan selalu ditunggu informasi yang cepat sehingga keputusan yang diambil tepat.
Pelaksanaan Rakor Kominda, juga menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Kapolda Jateng yang diwakili Wakapolda Jateng Brigjen Pol Drs. Panjang Yuswanto, SH. Kaban Kesbangpol dan Linmas Prov. Jateng dan Kajati Provinsi Jawa Tengah Babul Khoir Harahap.
Dalam paparannya, Wakapolda Jateng menyampaikan, bahwa Forum rapat koordinasi dinilai sangat penting untuk mengoptimalkan peran Kominda dalam menyikapi perkembangan sosial, politik dan keamanan, guna mewujudkan stabilitas Jawa Tengah menjelang pelaksanaan Pemilu 2014 yang tinggal berapa hari lagi.
Pada kesempatan ini disampaikan bahwa  gangguan Kamtibmas yang muncul di masyarakat  selama  ini, bersumber dari resido yang bersumber dari berbagai permasalahan masyarakat, maupun dampak dari kebijakan yang tidak harmonis. Sehingga untuk mengatasi gangguan Kamtibmas diperlukan proaktif dan sinergi dari berbagai komponen.
Brigjen Pol Drs. Panjang Yuswanto, SH. berharap Kominda dalam menghadapi masalah harus lebih responsif, profesional, tuntas dan sinergi serta senantiasa meningkatkan koordinasi melalui Forum Komunikasi Pemerintah Daerah.
Sementara itu, Kajati Provinsi Jawa Tengah dalam penyampaiannya mengatakan, kejaksaan tetap memegang teguh netralitas namun tetap melaksanakan hak pilihnya. Sebagai bagian dari aparat intelijen, kejaksaan akan bersinergi dengan aparat intelijen lainnya dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat, guna menciptakan suasana kondusif.

 Sedangkan pada sesi terakhir Kabanpol dan Linmas Provinsi Jateng menyampaikan, kesiapan pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mendukung penyelenggaraan Pemilu 2014. Peran pemerintah dan pemda dalam memberikan bantuan dan fasilitas pemilu yaitu sosialisasi pemilu dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti seminar, penyuluhan, spanduk, banner, iklan layanan masyarakat pemilu, dll.  sasaran utama dari sosialisasi adalah pemilih muda dan pemilih perempuan. Monitoring kelancaran penyelenggaraan pemilu: pembentukan tim monitoring di daerah berdasar Permendagri no. 61 tahun 2011

Apintel Sebagai Mata Dan Telinga Negara