Kliping

Dandenma Mabes TNI Terima Gelar Profesor Ilmu Beladiri

Oleh 02 Apr 2014 No Comments
TNI Angkatan Darat
#TNIAD 

Selasa, 1 April 2014 15:39 WIB, TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Mabes TNI Kolonel Laut (S) Prof (H.c.) Dr. Ivan Yulivan menerima gelar Profesor Ilmu Beladiri yang diserahkan langsung oleh Prof. Dr. Sabree Saleeh selaku The President of World Academy of Martial Arts Philosophy and Science (WAMAPS) dalam suatu acara Wisuda External Degree Professor Ilmu Beladiri.

Penganugerahan gelar Profesor Ilmu Beladiri kepada Kolonel Ivan Yulivan, diberikan di sela-sela latihan penyegaran ratusan Karateka yang tergabung dalam Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) se-Jawa Barat, yang digelar di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, kemarin.

World Academy of Martial Arts Philosophy and Science yang berkantor pusat di Kualalumpur-Malaysia merupakan sebuah lembaga yang didirikan untuk menghormati dan menghargai para pencipta dan praktisi seni ilmu beladiri yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan dan meneruskan tradisi luhur seni, filsafat dan ilmu beladiri.

Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang telah memenuhi persyaratan akademik dan kurikulum yang ditetapkan oleh WAMAPS dan dinilai secara khusus untuk memenuhi kepatutan dan kelaikan oleh Dewan Guru WAMAPS.

Baca juga:  Presiden: "Smart Power" jadi strategi TNI Kamis, 03 Juli 2014 - 23:50 WIB

Prof. Dr. Sabree Saleeh dalam sambutannya mengatakan, dirinya mengaku bangga dapat berkunjung ke Indonesia khususnya ke Mabes TNI dan menyaksikan semangat para Dewan Guru dan Praktisi Karateka.

“Semoga profesor Prof (H.c.) Dr. Ivan Yulivan dapat terus menjadi contoh dan suri tauladan bagi pecinta seni beladiri Indonesia,” katanya.

Sementara itu Kolonel Ivan Yulivan mengaku bangga atas penghormatan yang diberikan. Dirinya juga berterima kasih kepada seluruh praktisi ilmu beladiri di TNI khususnya dan bagi seluruh penggiat ilmu beladiri di wilayah Jawa Barat.

“Penghargaan gelar profesor ilmu beladiri ini dapat dijadikan pemicu dan pemacu untuk terus berkarya dan berbuat lebih baik lagi bagi pengembangan ilmu beladiri yang telah ditekuni selama ini, sehingga akan menjadikan lebih kuat, solid dan semakin berprestasi dimasa mendatang,” kata Dandenma Mabes TNI.

Ilmu beladiri juga akan mejadikan semakin bersatu dalam sebuah keluarga besar masyarakat yang berkarakter kuat, bersahaja, dan ksatria.

Lebih dari itu, penghargaan ini bukanlah sebuah pengakuan dan pencitraan belaka terhadap seorang praktisi seni ilmu beladiri, tetapi menjadi penanda bahwa dunia seni beladiri merupakan bagian dari peri-kehidupan bermasyarakat dunia.

Baca juga:  HUT RI di Aceh, 1.000 anggota TNI menari Likok Pulo

“Bahwa setiap budaya, bangsa dan negara mempunyai jiwa, semangat, dan nilai-nilai luhur seni beladiri yang sama,” katanya. (Penulis: Wahyu Aji & Editor: Johnson Simanjuntak)

Komentar