TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Dandim Minahasa: Masyarakat Jangan Diam Saja

By 25 Apr 2014 11:44Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Jumat, 25 April 2014 00:25 WITA, TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO – Komandan Distrik Militer (Kodim) 1302 Minahasa Letkol Teguh Heri Susanto meminta masyarakat agar melestarikan alam termasuk hutan di sekitar kita. Hal itu agar tak ada lagi korban bencana akibat amukan alam seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

” Hutan itu milik kita bersama, siapa lagi yang akan menjaganya kalau bukan kita,” ujarnya kepada Tribun Manado, Kamis (24/4).

Ia mengaku prihatin dengan bencana longsor serta banjir yang melanda daerah nyiur melambai waktu lalu. Dan penyebab utamanya adalah manusia. “Katanya manusia harus bersahabat dengan alam. Tapi hal itu mudah dilupakan masyarakat lagi. Ternyata hingga kini masih terjadi penebangan hutan liar,” ujar Letkol Teguh.

Pihaknya berhasil mengamankan kayu sebanyak 15 kubik dan tiga ekor sapi sebagai barang bukti yang dipastikan hasil ilegal logging di kawasan hutan lindung Toulimuten di Kecamatan Eris, Selasa (22/4) lalu. Berawal dari informasi warga, pihaknya langsung mengecek ke lokasi dan ternyata benar. “Saat pembekukkan ternyata bocor ke telinga pelaku dan mereka langsung melarikan diri. Hanya tersisa barang bukti kayu dan sapi pengangkut,” jelasnya.

Dikatakannya, lokasi tersebut dipastikan kawasan hutan lindung, serta kayu yang ditebang berasal dari hutan tersebut. Ia mengatakan, lokasi tersebut dekat dengan sumber air yang dibangun pemerintah dengan dana miliaran rupiah. Jika aktivitas tersebut terus terjadi, bisa-bisa sumber air tersebut akan kering. “Kayu_kayu tersebut ditanam oleh senior TNI saya tahun 1985 lalu dan sekarang pohonnya sudah besar-besar. Tapi sayangnya oknum tak bertanggungjawab telah menebangnya. Beberapa waktu ke depan bisa-bisa masyarakat akan kehilangan sumber air bersih,” keluhnya.

Jika lihat dari kejauhan, kawasan hutan di Minahasa masih hijau karena rimbunnya pohon yang tumbuh. Namun jika memeriksa lebih dalam, kawasan hutan Minahasa sudah banyak yang gundul. “Saya begitu prihatin, hutan kita sudah banyak yang rusak. Saya turun langsung mengeceknya dan kondisinya sangat memprihatinkan,” ujat Letkol Teguh.

Saat ini, lanjutnya, kasus tersebut masih terus didalami oleh pihaknya. Beberapa orang telah ditetapkan sebagai tersangka illegal logging tersebut. Hingga semuanya lengkap, baru pihaknya melimpahkan kasus tersebut pada pihak kepolisian. “Kami masih terus menyelidiki kasus ini, setelah semuanya lengkap, baru dilimpahkan. Dan kasus ini kan terus dikawal sampai tuntas, pelakunya arus ditindak secara hukum,” pungkasnya.

Dari hasil penelusuran, pihaknya menemukan penadah kayu illegal tersebut merupakan oknum yang memiliki izin rersmi kerajinan kayu. “Barangnya diambil di hutan lindung, tapi oknum tersebut punya izin usaha,” ungkapnya.

Letkol Teguh mengharapkan peran serta masyarakat untuk membantu memberantas para pelaku illegal logging. Jika melihat aktivitas tersebut, segera lapor ke pihak berwajib. “Masyarakat jangan diam saja jika melihat ada aktivitas penebangan hutan. Langsung laporkan,” sembari menambahkan aksi diam masyarakat bisa jadi karena di bawah ancaman atau mendapat keuntungan dari aktivitas tersebut.

Saat ini pun pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang seperti Dinas Kehutanan Minahasa. Telah muncul kesepakatan akan lakukan patroli bersama di titik-titik mana yang merupakan lokasi rawan. “Kami juga bersama BIN dam LSM bekerja sama akan terus mengawal hutan kita, bersama kasus yang terjadi ini,” tutur Letkol Teguh.

Pihaknya juga telah berkoodinasi dengan Dinas Kehutanan yang mengeluhkan kurangnya dana operasional dan kurangnya tenaga polisi hutan di wilayah Minahasa. “Kendala dari Kehutanan katanya itu, makanya kita saling bersinergis untuk menuntaskan kasus ini dan menjaga hutan kita tetap lestari,” Letkoh Teguh menandaskan. (Penulis: Finneke_Wolajan & Editor: Lodie_Tombeg)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Dandim Minahasa: Masyarakat Jangan Diam Saja