TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

“Dengan sepak bola kita tinggalkan budaya konflik dan padamkan separatisme RMS”

By 19 Apr 2014 20:24Kodam XVI/Patimura
PEN_3495

 Pembukaan Turnamen Pangdam Cup bertempat di lapangan Matawaru desa Tulehu kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah yang diikuti  oleh 13 (tiga belas) club dari seluruh wilayah Maluku,  diharapkan dapat melahirkan pemain – pemain sepak bola yang handal dan profesional,  tidak saja dapat bermain pada club lokal maupun nasional tetapi Internasional,  sehingga dapat mengharumkan nama baik Kota Ambon dan Maluku serta Indonesia pada umumnya.

    Tentunya dalam suatu pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, kepada 13 (tiga belas) peserta pembukaan Turnamen Pangdam Cup  agar  menampilkan kemampuan terbaiknya dan biasakan tampil sebagai atlet sepak bola yang cerdas.  Patuhi semua ketentuan dan aturan yang sudah disepakati bersama. Dalam meraih keberhasilan pembinaan olah raga sepak bola, khususnya di daerah Maluku, sangat diperlukan intensitas dalam melakukan latihan ataupun pertandingan, semakin banyak bertanding, maka semakin dapat mematangkan mental bertanding serta pengalaman bertanding sebagai penunjang keberhasilan.  Bertandinglah secara sportif, ksatria, dan hindari terjadinya kesalah pahaman yang dapat merusak citra diri maupun club dimana kalian bernaung. “tegas” Pangdam XVI/Pattimura Eko Wiratmoko pada amanat pembukaan Turnamen Pangdam Cup yang pada sore itu dibacakan oleh Danyonif 733/Raider Letkol Inf. Roby Gadji.

  Lebih lanjut Beliau mengatakan tujuan dari digelarnya turnamen ini untuk melaksanakan pembinaan kepada generasi muda di Provinsi Maluku serta mengembangkan olah raga sepak bola   kalangan generasi muda sebagai sarana mencari bibit – bibit pesepak bola di kalangan masyarakat, untuk meningkatkan prestasi sepak bola di Maluku, mempererat rasapersaudaraan, kebersamaan, kekompakan dan solidaritas antar sesama. Sedangkan sasarannya adalah meningkatkan jiwa sportifitas di kalangan generasi muda melalui olahraga  sepak bola serta memupuk kemanunggalan TNI dengan Rakyat sehingga tercipta situasi kondisi yang aman dan tertib diwilayah Maluku. Untuk itu mari kita sepakat Desa Tulehu dijadikan tempat penggemblengan  pesepabola Maluku, tinggalkan sikap budaya yang suka konflik, sikap separatisme yang pernah ada seperti RMS harus kita padamkan, kita harus kembali ke NKRI, seperti pejuang kita “Pattimura” yang menjaga tumpah darah Maluku dari penjajah Belanda, marilah kita sebagai Pattimura-Pattimura muda sepakat dengan hal ini dan dengan olahraga sepakbola kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa dari Maluku khususnya Desa Tulehu, telah lahir Pattimura muda yang siap mengharumkan bangsa dan negara Indonesia.

 Turnamen Pangdam Cup  diselenggarakan mulai tanggal 16 sampai dengan 26 April 2014, diharapkan tidak berhenti sampai disini saja, namun dapat dijadikan sebagai agenda rutin PSSI Pengda Maluku dalam melakukan pembinaan cabang olahraga sepakbola, serta menjadi pelopor untuk memacu peningkatan prestasi bagi semua cabang Olahraga, baik di tingkat Kota/Kabupaten maupun tingkat Provinsi Maluku Pangdam XVI/Pattimura mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan para peserta atas kesediaannya untuk berpartisipasi dalam  Open Turnamen Pangdam Cup  ini “tegasnya”.

 Turnamen Pangdam Cup diikuti oleh Sekolah Sepak Bola  (SSB) diwilayah Maluku diantaranya: SSb Masariku, SSB Akademi Tulehu, SSB Nusa Ina, SSB Hurnala, SSB Wakal, SSB Toisapu Laha, SSB Rindam, SSB Haruku, SSB Maihana dan SSB Telaga Kodok.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

“Dengan sepak bola kita tinggalkan budaya konflik dan padamkan separatisme RMS”