TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Menjadi Prajurit TNI Merupakan Kehormatan Mengabdi Kepada Negara

By 02 Apr 2014 18:23Kodam III/Siliwangi
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim melatik 135 Bintara baru lulusan Pendidikan Pertama Bintara Prajurit Karier TNI Angkatan Darat Tahap I Gelombang II TA. 2013 di lapangan Upacara Dodik Secaba Rindam III/Siliwangi Bihbul Sindanglaya Kabupaten  Bandung, Sabtu (30/3).

Upacara pelantikan ditandai dengan Penyematan tanda Pangkat Sersan Dua kepada perwakilan siswa lulusan terbaik serta pengucapan Sumpah Prajurit  yang dipimpin langsung oleh Pangdam III/Siliwangi.

Pangdam III/Siliwangi mengatakan menjadi prajurit TNI Angkatan Darat merupakan kehormatan dan kebanggaan, tetapi juga terdapat tanggungjawab moral untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

Peristiwa pelantikan dan penyumpahan sebagai prajurit lanjut Pangdam  harus benar-benar dipahami dan dihayati dengan sepenuh hati. “Janji dan sumpah yang telah diucapkan para Bintara tadi, pada hakekatnya merupakan janji luhur yang harus dipertanggungjawabkan kepada bangsa dan negara, serta kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tekan Pangdam.

Diingatkannya bahwa berbagai ilmu dan keterampilan, baik teknis maupun taktik kemiliteran yang telah didapat para Bintara pada pendidikan tahap I, pada hakekatnya baru merupakan dasar pembekalan, karena setelah pendidikan tahap I para Bintara akan mengikuti pendidikan tahap II sesuai dengan kecabangan masing-masing.

Diungkapkan Pangdam dalam strata kepangkatan, golongan Bintara  menempati posisi penting, yaitu sebagai tulang punggung satuan serta diproyeksikan sebagai Komandan Regu, baik pada Satuan Tempur maupun Satuan Bantuan Tempur.

Sikap dan tindakan seorang pemimpin menurut Pangdam harus mencerminkan kedewasaan dan jati diri prajurit TNI AD yang penuh disiplin, berdedikasi, loyal dan taat terhadap norma hukum yang berlaku serta dapat menjadi contoh dan teladan bagi bawahan.

Pangdam juga mengingatkan dengan dilantiknya sebagai Bintara baru, maka statusnya telah berubah dari masyarakat sipil menjadi seorang Prajurit TNI Angkatan Darat. Salah satu ketentuan bagi seorang prajurit TNI adalah kehilangan haknya  untuk memilih dan dipilih dalam Pemilu. “Saya tekankan kepada kalian agar dapat menyesuaikan diri dengan berbagai ketentuan yang berlaku tersebut,” tekan Pangdam.

Dijelaskan Pangdam bahwa TNI  memiliki komitmen untuk bersikap netral dalam setiap pelaksanaan Pemilu. Pangdam meminta agar para Bintara baru mempedomani dan melaksanakan instruksi Panglima TNI nomor 1 tahun 2008 tentang Pedoman Netralitas TNI dalam Pemilu.

Turut hadir pada cara pelatikan tersebut Irdam, Para Asisten dan Kabalak jajaran Kodam III/Siliwangi serta para orang tua dan keluarga masing-masing prajurit yang baru dilantik.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menjadi Prajurit TNI Merupakan Kehormatan Mengabdi Kepada Negara