TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Terjadinya Pelanggaran Karena Kurangnya Komunikasi Antara Atasan Dengan Bawahan

By 02 Apr 2014 18:26Kodam III/Siliwangi
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Sebanyak 54 perwira Kodam III/Siliwangi terdiri dari Perwira Menengah (Pamen) dan Perwira Pertama (Pama)  mendapat kenaikan pangkat TMT 1 April 2014. Yang mendapat kenaikan pangkat dari Letkol ke Kolonel sebanyak dua orang, dari Mayor ke Letkol 20 orang, dari Kapten ke Mayor 24 orang dan delapan orang Bintara Tinggi (Peltu) mendapat kenaikan pangkat penghargaan menjadi Letnan Dua.

Acara pelantikan kenaikan pangkat dilaksankan dalam suatu acara Laporan Korps dipimpin langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim di Ruang Sudirman Makodam III/Silwangi Jalan Aceh No. 69 Bandung, Selasa (1/4).

Turut hadir pada pelantikan tersebut Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Suyatno, Irdam, Para Asisten, para Kabalak Jajaran Kodam III/Siliwangi, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD III/Siliwangi, serta para Suami dan Istri masing-masing Perwira yang mendapat kenaikan pangkat.

Pangdam III/Siliwangi mengatakan kenaikan pangkat pada hakekatnya merupakan penghargaan yang diberikan oleh negara kepada prajurit atas prestasi kerja dan pengabdian kepada negara. Sebagai timbal balik dari penghargaan dari kenaikan pangkat lanjut Pangdam,  para Perwira disamping harus menyikapi dengan rasa syukur, juga harus berupaya memberikan pengabdian yang lebih baik dan tulus kepada negara dan bangsa melalui profesi kita sebagai prajurit TNI.

Diungkapkan Pangdam, kenaikan pangkat sejatinya bukan merupakan hak sepenuhnya dari seorang prajurit, karena kenaikan pangkat selalu terkait erat dengan sistem pembinaan personel, baik pada jabatan sebelumnya, maupun promosi jabatan yang dipercayakan pada seseorang.

“Persyaratan kenaikan pangkat tidak cukup hanya didasarkan pada tuntutan formal administratif semata, melainkan melalui prestasi kerja, dedikasi dan loyalitas pengabdian pada jabatannya,” tegas Pangdam.

Menurut Pangdam  kenaikan pangkat akan membawa konsekuensi bahwa para Perwira dituntut untuk lebih meningkatkan kemampuan pribadi sesuai dengan pangkat dan jabatannya. Upaya ke arah itu antara lain dapat diperoleh melalui budaya belajar dan berlatih berbagai ilmu pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan jaman serta tuntutan tugas.

Pangdam mengingatkan kepada para Perwira agar senantiasa memegang teguh Kode Etik Perwira  Budhi Bhakti Wira Utama, yaitu berbudi luhur, berbakti  untuk mendukung cita-cita nasional dengan siap membela nusa dan bangsa, menjadi soko guru bagi bawahannya serta menjunjung tinggi nama dan korps Perwira dimanapun berada dan bertugas.

Pangdam mengharapkan agar para Perwira memiliki kepekaan, kepedulian dan dapat menjadi teladan yang baik, serta mampu berkomunikasi dan mendorong bawahannya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik pula. “Bila para perwira mampu memberikan keteladanan dan membangun komunikasi yang baik dengan bawahan dan lingkungan, maka akan tercapai tatanan kerja yang lebih dinamis, produktif dan inovatif,” tegas Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit, salah satunya diakibatkan karena kurangnya komunikasi antara atasan dengan bawahan. Jadikan komunikasi antara atasan dengan bawahan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya suatu pelanggaran, karena dengan komunikasi yang intens akan diketahui setiap permasalahan anggota.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Terjadinya Pelanggaran Karena Kurangnya Komunikasi Antara Atasan Dengan Bawahan