TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Presiden: “Smart Power” jadi strategi TNI Kamis, 03 Juli 2014 – 23:50 WIB

By 04 Jul 2014 19:12Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

KANALSATU – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan strategi TNI ke depan haruslah menggabungkan antara kekuatan `hard power` dan `soft power`, yakni `smart power`. “Smart power harus menjadi strategi TNI ke depan,” kata Presiden saat buka puasa bersama prajurit TNI dan pegawai negeri sipil Mabes TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (03/07).

Menurut Presiden, Indonesia bukan bangsa yang tidak cinta damai dan bukan bangsa yang agresif. “Namun demikian, kita cinta damai dan lebih mencintai kedaulatan negara kita. Kita tidak ingin adanya perang, tetapi kita siap perang untuk menjaga kedaulatan NKR.” Presiden mengharapkan TNI lebih percaya diri dan dapat berperan baik di dunia internasional, namun TNI tetap rendah hati di hadapan masyarakat.

“TNI sekarang dan di masa mendatang harus disegani lawan dan dicintai rakyat. Gabungan keduanya akan menjadi kekuatan tangguh yang diandalkan bangsa,” kata Presiden. Untuk menuju ke arah sana, prajurit TNI diharapkan berlatih dan mempersiapkan diri, bertempur dan mengembang tugas esok hari, kemudian menang dan jaya di masa depan. “Soldiers will not fight and die unless they know why they fight and die,” tegas SBY.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengaku sudah 11 kali ikut buka puasa dengan prajurit TNI. Menyambut puasa, Presiden berharap prajurit TNI dari perwira, bintara hingga tamtama melihat agama sebagai nilai, bukan simbol semata. “Kalau yang diutamakan simbol, pastilah berbeda dari satu agama ke agama lain,” katanya. Simbol, kata Presiden, bisa memecah belah, sedangkan nilai lebih menyatukan. Dengan nilai, toleransi akan terbangun karena semua agama sama-sama mengajarkan kebajikan. (win15)

(sumber : http://kanalsatu.com/id/post/27067)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Presiden: "Smart Power" jadi strategi TNI Kamis, 03 Juli 2014 - 23:50 WIB