TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kapal Perang dan Terjun Payung Siap Meriahkan Puncak Acara Sail Raja Ampat 2014

By 21 Aug 2014 23:28Berita Satuan
DSC_0087

(Satgaspen Sail Raja Ampat 2014). Belasan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) terlibat dalam parade dan Sailing Pass, serta atraksi terjun payung free fall oleh 21 penerjun pilihan dari Batalyon Intai Amfibi 1 Korps Marinir TNI Angkatan Laut pimpinan Mayor Marinir Fredy Ardianzah berhasil mendarat tepat di titik yang sudah ditentukan, saat melakukan gladi kedua, menjelang hari puncak acara Sail Raja Ampat 2014, di bibir pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (21/8/2014).

Para penerjun andal tersebut dibagi menjadi dua bagian, 8 penerjun pertama mendarat tepat di atas geladak KRI Makassar-590, sementara 13 penerjun lainnya happy landing tepat di depan tenda undangan VVIP yang berada di bibir pantai yang telah dipadati pengunjung dari berbagai daerah.

Yang menarik perhatian para undangan, seluruh penerjun dari pasukan elitnya Korps Marinir TNI Angkatan Laut itu melakukan penerjunan dengan mengenakan pakaian adat Papua. Suasana semakin meriah tatkala terlihat ada tiga penerjun terakhir yang membawa banner bertuliskan Sail Raja Ampat 2014, logo Mabes TNI, dan bendera Merah Putih. Ketiga penerjun pilihan itu masing-masing Sertu Mar Riyanto, Serda Mar Jamal, dan Serda Mar Antasari. Mereka bertiga mengenakan baret ungu, yang merupakan baret kebanggaan prajurit matra laut. Seluruh penerjun pun dapat mendarat tepat di titik droping zone yang telah ditentukan.

Selain itu, puncak acara Sail Raja Ampat yang dijadwalkan akan berlangsung Sabtu mendatang, juga akan dimeriahkan oleh atraksi helly water jump oleh para prajurit TNI Angkatan Laut dari satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) di bawah pimpinan Kolonel Laut (E) Bramantyo.

Sail Raja Ampat 2014 merupakan event internasional yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia dengan mengangkat tema, “Membangun Bahari Menuju Raja Ampat Ke Pentas Dunia”. Ini juga komitmen pemerintah untuk menjadikan Raja Ampat menjadi salah satu destinasi utama wisata dunia. Event internasional ini dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi – Belitong 2011, Sail Morotai 2012, dan Sail Komodo 2013.

Sail Raja Ampat 2014, puncak acaranya akan berlangsung 23 Agustus 2014 di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), dengan Inspektur Upacara (Irup) Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada kesempatan tersebut, para undangan juga disuguhi atraksi para motor aero sport yang merupakan binaan TNI Angkatan Udara, dan pertunjukan seni budaya khas Papua.

Selain kapal dari TNI AL, dua kapal perang asing dijadwalkan akan turut serta memeriahkan puncak acara yang merupakan hajad tahunan tersebut, yakni satu unit kapal patroli dari Royal Australian Navy bernama HMAS PIRIE-87. Kapal ACPB kelas Armidale buatan Austal Ship-Australia ini, memiliki panjang 56,8 m dengan tonase 300, kecepatannya mampu mencapai 25 knots guna menjalankan tugas operasi patrolinya di perairan Timur Australia.

Kapal asing yang kedua, kapal perang Singapura yang diberi nama RSS ENDEVOUR- 210. Kapal Multi role ini merupakan kapal Landing Platform Dock dari kesatuan 191 Royal Singapore Navy. Kapal ini memiliki panjang 141 m dan lebar 21 m dengan di awaki 65 awak kapal, mampu membawa beberapa tank, Kapal kecil pendarat pasukan ataupun kendaraan berat serta beberapa helikopter. Merupakan kelas Endurance buatan Singapura, yang diproduksi untuk menggantikan kapal-kapal Landing Ship Tank kelas County yang dimiliki Singapura.

Acara demi acara berjalan dengan mulus, tertata secara apik, dengan dipandu oleh 4 narator pilihan dari TNI Angkatan Laut, yakni Mayor Laut (P) Erwin Herdianto yang sehari hari berdinas di KRI Diponegoro-365, dan Mayor Laut (T) Ignatius Bagus dari KRI Cakra-401, diperkuat dua srikandi laut ayu, yaitu Serma Keu/W Endah Tri Sunarsih dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Armatim, dan Serka Bek/W Dyah Madu Ratnasari yang sehari-hari biasa membolak-balik kertas di Dinas Material dan Perbekalan (Dismatbek) Armatim.

Penyelenggaraan event internasional Sail Raja Ampat 2014 dilakukan oleh pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Kegiatan Sail ini dapat dijadikan model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Selain itu, kegiatan Sail Raja Ampat ini sangat efektif untuk mempromosikan wilayah Raja Ampat dan sekitarnya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Melalui event sail ini dapat dijadikan media untuk mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kapal Perang dan Terjun Payung Siap Meriahkan Puncak Acara Sail Raja Ampat 2014