TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Bincang-bincang KASAD Dengan Mahasiswa UGM Dan UNY

By 23 Sep 2014 20:22Kodam IV/Diponegoro
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengisi Acara Bincang-bincang dengan Mahasiswa dan Mahasiswi se-DIY di Gedung Graha Shaba UGM (Kamis, 18/09). Pada kesempatan tersebut KASAD menyampaikan terkait Peran Pemuda Dalam Menghadapi Proxy War. Acara ini dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Sunindyo, Danrem 072/PMK, Dandim jajaran Korem 072/PMK, perwakilan para Rektor dan diikuti oleh sekitar 2.000 mahasiswa se-DIY.

Acara dibuka oleh Rektor UGM Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. Dalam sambutanya, Rektor UGM mengatakan bahwa Kedaulatan tidak lagi didefinisikan sebagai memagari negeri ini dari masuknya orang asing, dan selalu memenangkan kompetisi dan selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan kepentingan nasional.

Sementara itu, KASAD dalam penyampaiannya mengatakan Perang Proxy atau Proxy War adalah sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari resiko konflik langsung yang beresiko pada kehancuran fatal. Biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil namun kadang juga bisa non state actors yang dapat berupa LSM, Ormas, kelompok masyarakat atau perorangan.

Secara singkat dapat dijelaskan, bahwa proxy war merupakan kepanjangan tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan berdarah.

Lebih lanjut dijelaskan, perang proxi tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan non state actors dari jauh. Negara musuh akan membiayai semua kebutuhan yang diperlukan state actors dengan imbalan mereka mau melakukan segala sesuatu yang diinginkan penyandang dana untuk memecahbelah kekuatan musuh.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, proxy war telah berlangsung di Indonesia dalam berbagai macam bentuk seperti gerakan sparatis, sistem regulasi yang merugikan, dan bentrok antar kelompok.

Sebagai generasi muda yang menggantikan generasi sebelumnya, harus bisa memegang tongkat estafet dalam dunia kompetisi di dunia ini. “Jika negara lain bangkit tapi kita masih tidur-tiduran, maka dapat dipastikan bahwa kita bakal terlindas dan tertindas”, tegas KASAD.

Pada kesempatan tersebut, dijelaskan mahasiswa sebagai agen perubahan maka harus menggunakan akal pikiran dan hati nuraninya dalam setiap langkah untuk mengatasi masalah yang ada dan menjadi pioner perubahan tatanan masyarakat.
Beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan pemuda untuk menangkal proxy war diataranya identifikasi dan mengenali masalah, menjadi ahli sesuai bidang masing-masing, pemuda menjalankan gerakan berbasis wirausaha, dan melaksanakan program pembangunan karakter.

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di UNY dan dibuka oleh Rektor UNY Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd, MA. Acara tersebut dihadiri sebanyak 1.000 mahasiswa dan para pejabat di UNY.

Bincang-bincang KASAD Dengan Mahasiswa UGM Dan UNY