TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Penerangan Kodam Ikut Mensukseskan Program Peresapan Biopori

By 08 Sep 2014 16:06Kodam XVI/Patimura
Biopori 1

Kondisi kota seperti Ambon yang memiliki lahan resapan air yang sangat sedikit sekali disertai dengan penggunaan air tanah yang sangat berlebihan menyebabkan penurunan permukaan tanah serta mengakibatkan sulitnya untuk mendapatkan air berkualitas baik dan cukup di kawasan tersebut.Dengan demikian keseimbangan lingkungan yang harus terus menerus dilestarikan dan dijaga pun semakin rusak dan tidak terkendali. Apalagi kalau sudah memasuki musim hujan, kota Ambon tidak luput dari Banjir, tanah longsor. Untuk itulah diperlukan adanya gerakan pelestarian alam sekitar yang dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak serta berkesinambungan.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah mengalirnya air hujan ke selokan yang kemudian terbuang percuma ke laut lepas adalah dengan pembuatan lubang biopori resapan atau LBR.Arti definisi dan penmgertian lubang biopiro menurut organisasi.org adalah lubang yang dengan diameter 10 sampai 30 cm dengan panjang 30 sampai 100 cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk tumbuh-tumbuhan.

Penerangan Kodam adalah salah satu satuan Badan Pelaksana di Kodam XVI/Pattimura yang ikut mensukseskan program Biopori dilaksanakan di beberapa tempat yang dinilai peresapan debit airny kurang, target tiap satuan Kodam membuat lubang peresapan Biopori mencapai 1000 lubang persatuan. Untuk sementara satuan Pendam sudah membuat 560 lubang Biopori. Pencanangan pembuatan biopori dan gerakan Nasional Indonesia bersih dalam rangka peringatan ke-69 HUT TNI tahun 2014 untuk mewujudkan / menuju Indonesia yang bersih dan nyaman. Tujuan / Fungsi / Manfaat / Peranan Lubang Resapan Biopori Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar.3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air :1. Pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb.2. Di sekeliling pohon.3. Pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman.Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air :1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok.3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, dsb. Sampah dalam lubang akan menyusut sehingga perlu diisi kembali dan di akhir musim kemarau dapat dikuras sebagai pupuk kompos alami.4. Jumlah lubang biopori yang ada sebaiknya dihitung berdasarkan besar kecil hujan, laju resapan air dan wilayah yang tidak meresap air dengan rumus = intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap air (meter persegi) / laju resapan air perlubang (liter / jam).(Pendam XVI/Patimura)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Penerangan Kodam Ikut Mensukseskan Program Peresapan Biopori