TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

PERTEMUAN PERSIT KCK KOORCABREM 071 PD IV/DIP DIWARNAI CERAMAH DAN DEMO KETERAMPILAN PEMBUATAN KUE PUKIS

By 05 Sep 2014 19:42Kodam IV/Diponegoro
DSC_3061

Persit Kartika Chandra Kirana merupakan organisasi isteri prajurit yang mempunyai beberapa tugas diantaranya mampu berperan serta dalam membantu mensukseskan tugas-tugas suami sebagai prajurit dan mendidik anak, selain itu diharapkan seorang anggota Persit menjadi sosok ibu rumah tangga yang baik yang mampu menjadi tauladan bagi masyarakat, terang Ketua Persit KCK Koorcabrem 071 PD IV/Dip Ny.Edison dalam arahannya kepada anggota Persit KCK pada Pertemuan Rutin Persit KCK Koorcabrem 071 PD/Dip yang berlangsung Rabu (3/9) di Gedung Pertemuan Jend. A.Yani Makorem 071/Wk Jl.Gatot Subroto Sokaraja Banyumas.

“Berkaitan dengan pelaksanaan tugas Korem 071/Wk dan jajarannya, peran ibu sebagai anggota Persit KCK selaku pendamping suami, seorang ibu sebagai isteri prajurit harus tetap melaksanakan kewajibannya untuk mendampingi dimanapaun suami bertugas dan sebagai ibu bagi putra-putrinya”,sambungnya.

Disamping itu, seluruh anggota Persit KCK Koorcabrem 071 PD IV/Dip dapat mencerminkan dan membulatkan tekad untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan iman dan takwa niscaya ibu-ibu angota Persit KCK dapat melaksanakan tugas yang diembannya sebagai pendamping suami dan dalam mendidik putra-putrinya. Selain itu agar dapat mencerminkan dan membulatkan tekad untuk senantiasa meningkatkan loyalitas dan kebersamaan serta meningkatkan sumber daya manusia selaku anggota Persit dengan memberikan pendidikan keterampilan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pertemuan Rutin Persit KCK Koorcabrem 071 PD IV/Dip ini di warnai dengan kegiatan ceramah tentang Keluarga Dalam Pusaran Globalisasi : Peluang dan Tantangan yang disampaikan oleh Dra. Tri Wuryaningsih, M.Si Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politi Unsoed Purwokerto, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan dan Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) Kab. Banyumas.

Pertemuan rutin dan ceramah dihadiri Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 07 PD IV/Dip, Wakil Ketua beserta pengurus dan anggota, para Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Dim jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071 PD IV/Dip beserta pengurus dan anggota.

Dalam ceramahnya, Dra. Tri Wuryaningsih, M.Si menyampaikan bahwa globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan teknologi telekomunikasi merupakan faktor utama dalam globalisasi. Globalisasi merupakan proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas serta globalisasi merupakan suatu proses hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi.

“Dalam globalisasi semuanya menjadi transparan yakni transparan informasi, komunikasi, ekonomi dan bahkan transparansi seksual”, sambungnya.

Dikatakan bahwa dalam jaringan transparansi informasi dan komunikasi (disket, video, televisi, komputer, internet, Blackberry, dll) orang membaca, mendengar, melihat, menonton, merekam dan mengkopi apa saja yang sebelumnya dianggap tabu. Orang memperlihatkan, mempertontonkan, membicarakan, memamerkan apa saja yang sebelumnya dianggap amoral.

Dalam jaringan transparansi seksual, orang menyaksikan, menonton, melakukan hubungan seksual tanpa batas gender, adat dan umur. Dalam jaringan transparansi ekonomi orang memproduksi, memperjualbelikan dan mengkonsumsi apa saja, termasuk libido (nafsu)

Dampak positifnya, Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, Mudah melakukan komunikasi, Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi), Menumbuhkan sikap kosmopolitan (wawasan &pengetahuan yang luas) dan toleran, Memacu untuk meningkatkan kualitas diri, Mudah memenuhi kebutuhan.

Sedangkan dampak negatifnya, Informasi yang tidak tersaring, Membuat tidak kreatif, karena perilaku konsumtif, Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit, Banyak meniru perilaku yang buruk, Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara.

Pada kesempatan lainnya, penceramah menyampaikan bahwa Keluarga adalah suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah, atau adopsi; merupakan susunan rumah tangga sendiri; berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami isteri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan perempuan; dan merupakan pemelihara kebudayaan bersama.

Dalam keluarga mempunyai beberapa fungsi diantaranya fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, fungsi pelestarian lingkungan.

“Ketahanan keluarga adalah menyangkut kemampuan individu atau keluarga untuk memanfaatkan potensinya untuk menghadapi tantangan hidup, termasuk kemampuan untuk mengembalikan fungsi-fungsi keluarga seperti semula dalam menghadapi tantangan dan krisis”, paparnya.

“Indikator dalam ketahanan keluarga diantaranya, ketahanan Fisik, ketahanan Sosial, ketahanan Psikologis. Ketahanan Fisik apabila terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan dan kesehatan (indikator: pendapatan per kapita melebihi kebutuhan fisik minimum) dan terbebas dari masalah ekonomi (indikator: terbebas dari masalah ekonomi). Ketahanan Sosial apabila berorientasi nilai Agama, komunikasi berlangsung efektif, komitmen keluarga tinggi (pembagian peran, dukungan untuk maju dan waktu kebersamaan keluarga, membina hubungan sosial dan mekanisme penanggulangan masalah. Dan Ketahanan Psikologis apabila keluarga mampu menanggulangi masalah non fisik, pengendalian emosi secara positif, konsep diri positif (termasuk terhadap harapan dan kepuasan) dan kepedulian suami terhadap istri”, jelasnya.

Dalam kegiatan yang bersamaan, pada pertemuan anggota Persit juga diselenggarakan demo keterampilan pembuatan kue pukis yang disampaikan oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071 PD IV/Dip Ny. Edison.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071/Wk Ny. Edison menyampaikan kepada para anggota Persit agar dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan mengisi kegiatan yang bermanfaat, terlebih dalam kegiatan yang dapat menambah pendapatan keluarga seperti halnya yang sedang dilaksanakan dengan keterampilan membuat kue, dan keterampilan lainnya seperti menjahit, kerajinan tangan dan lainnya.

“Manfaatkan waktu luang yang ada dengan belajar dan berlatih. Hal ini disamping untuk menambah ilmu bagi para anggota Persit juga sebagai kegiatan untuk menambah pendapatan keluarga untuk membantu ekonomi keluarga”, paparnya.

PERTEMUAN PERSIT KCK KOORCABREM 071 PD IV/DIP DIWARNAI CERAMAH DAN DEMO KETERAMPILAN PEMBUATAN KUE PUKIS