TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

HARI INI, KODAM II/SWJ BUKA TMMD KE-93 DI 6 KABUPATEN

By 09 Oct 2014 15:14Kodam II/Sriwijaya
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Mulai hari ini, Kamis 9 Oktober 2014 Kodam II/Swj akan melaksanakan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke – 93, secara serentak di 6 Kabupaten di wilayah Kodam II/Swj. Enam Kabupaten yang menjadi sasaran TMMD tersebar di 4 Korem / Provinsi, yakni Korem 041/Gamas Bengkulu di Kab. Rejang Lebong dan Kab. Bengkulu Utara; Korem 042/Gapu Jambi di Kab. Tanjab Timur; Korem 043/Gatam Lampung di Kab. Pesawaran dan Tanggamus; dan Korem 045/Gaya Jambi di Kab. Bangka Barat.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo dijadwalkan akan membuka TMMD ke-93 di Kab. Bangka Barat – Babel. Sedangkan Kasdam II/Swj Brigjen TNI Toto S Moerasad akan membuka TMMD di Kab. Tanggamus.

Kegiatan TMMD yang dilaksanakan dua kali dalam setahun ini merupakan kegiatan yang bersifat lintas sektoral dan terpadu dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Untuk menyukseskan kegiatan ini, pada masing-masing  Kabupaten ditempatkan 1 SSK (150) prajurit TNI/Polri beserta peralatan kerja dan dibantu oleh Pemda, Instansi terkait dan masyarakat setempat.

Menurut Kapendam II/Swj Kolonel Inf Afianto, TMMD yang akan berlangsung selama 21 hari (3 minggu) ini bertujuan untuk mewujudkan Ruang Juang, Alat Juang, Kondisi Juang dan Kemanunggalan TNI-Rakyat serta dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik bersifat fisik maupun non fisik.

Afianto menambahkan bahwa dalam kegiatan TMMD ini, akan dilaksanakan pembangunan fisik dan non fisik. TNI akan membangun jalan sepanjang 28,7  Km, dengan perincian 4,7 Km di Kab Rejang Lebong, 5 Km di Kab. Bengkulu Utara,  6,5 Km di Kab. Tanjab Timur, 3 Km di Kab. Pesawaran, 3,5 km di Kab. Tanggamus dan 6 Km di Kab. Bangka Barat. Selain juga dilaksanakan berbagai pembangunan fisik seperti pembuatan talut, jembatan, plat duiker, gorong-gorong, pos kampling dan sarana fisik lainnya serta pembangunan non fisik, seperti penyuluhan bela Negara, pertanian, kesehatan, kehutanan, narkoba dan lain sebagainya.

Sedangkan penentuan sasaran daerah yang dijadikan lokasi TMMD menurut Afianto antara lain adalah desa yang masih  tertinggal dibandingkan dengan desa lainnya dengan kondisi jalan yang masih sangat terbatas, daerah rawan Kamtibmas sehingga diperlukan upaya pembinaan dan pengawasan, hidup dan tingkat ekonomi masyarakat yang masih relatif rendah serta daerah yang sarana dan prasarana pendidikan formal maupun non formal masih terbatas, sehingga tingkat pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) masih relatif rendah.

HARI INI, KODAM II/SWJ BUKA TMMD KE-93 DI 6 KABUPATEN