TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pangdam Kunjungan Kerja Ke Jajaran Korem 011/TU

By 24 Oct 2014 18:49Kodam Iskandar Muda
8567 Kunker

LHOKSUKON – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto didampingi istrinya, Aik Agus Kriswanto, melakukan kunjungan kerja ke Pidie dan Aceh Utara, Rabu (22/10) kemarin. Saat berkunjung ke Kecamatan Nisam Antara di Aceh Utara, Pangdam menziarahi makam kombatan GAM yang meninggal pada masa konflik di Gampong Darussalam.
Awalnya, Pangdam bersama rombongan mengunjungi Koramil Nisam Antara yang disambut oleh Danramil dan muspika setempat.

Pangdam kemudian diajak Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Aceh (LPMA), Gumarni Arfan untuk bersilaturahmi dan ziarah makam. Pangdam setuju dan akhirnya Pangdam berziarah dan berdoa bersama warga di sisi makam almarhum kombatan GAM tersebut. Baru pertama seorang Pangdam di Aceh menziarahi dan berdoa di makam kombatan GAM yang notabene dulunya merupakan separatis.

Masih di Kecamatan Nisam Antara, Pangdam memberikan santunan kepada 100 anak yatim korban konflik, berupa uang, tas sekolah, dan buku. “Belajarlah dengan giat dan mandiri karena kalian bakal menjadi penerus bangsa yang akan memajukan Aceh ke depan,” ujar Pangdam di hadapan anak yatim.

Kepada warga, Pangdam mengatakan bahwa setelah perdamaian Aceh semua pihak harus bersatu sebagai saudara di bawah NKRI. Ia juga mengajak warga untuk menjaga perdamaian yang telah tercipta agar terbangun masyarakat Aceh yang sejahtera.
Saat ini, menurut Pangdam, TNI sedang giat-giatnya menggalakkan program kemandirian pertanian masyarakat. “Tujuannya agar masyarakat tani kita mampu mandiri. Dengan mandiri kita tak perlu lagi bergantung dari daerah lain,” tegas Pangdam.

Setelah ziarah makam, Pangdam beserta rombongan mengunjungi Markas Komando Brigadir Infanteri (Mako Brigif) di Lhoksukon. Tadi malam, Pangdam dipeusijuek Muspida Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara di Pendapa Wali Kota Lhokseumawe.
Selain itu Pangdam juga melakukan penanaman perdana kedelai milik petani seluas 40 hektare di Gampong Paloh Timur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara yang merupakan program binaan TNI bekerja sama dengan masyarakat setempat.

Sebelumnya, saat berada di Pidie, Pangdam menyatakan, jika ke depan terjadi lagi konflik bersenjata di Aceh, konflik itu justru dipicu oleh adanya kepentingan kelompok tertentu. Sebab, menurut Pangdam, sekarang seluruh masyarakat Aceh tak mau konflik bersenjata kambuh lagi di provinsi ini.

“Kalau konflik terjadi lagi, anak-anak tak bisa sekolah. Petani tidak bisa ke sawah dan ke kebun mencari rezeki. Semua aktivitas masyarakat lumpuh gara-gara konflik berkecamuk. Untuk itu, iklim damai yang telah terajut mari kita rawat dan jaga bersama,” kata Pangdam Mayjen TNI Agus Kriswanto di sela-sela penanaman kacang kedelai di Yon Armed 17/105 Trk Laweung, Pidie, kemarin.

Ia jelaskan, tak ada manfaatnya bila konflik sampai terjadi sesama umat. Kejadian masa lalu (bentrok antara warga Laweung dengan Tim Relawan Aceh/TRA, red) tidak perlu diangkat kembali ke permukaan hanya untuk kepentingan tertentu.

Gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004, diharapkan Pangdam hendaknya menjadi acuan dan pelecut spirit untuk membangun Aceh yang lebih baik.

“Kita juga tak perlu membeda-bedakan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan yang bukan GAM. Saat konflik berakhir, semua kita sama. Tumbuhkan semangat membangun Aceh dan TNI siap membantunya. Sebab, TNI bukan saja bertugas mempertahankan kedaulatan NKRI dari serangan luar maupun dalam, akan tetapi juga berperan membantu pemerintah,” kata jenderal bintang dua ini.

Menurut Pangdam, penanaman kacang kedelai yang dilakukan personel TNI dalam areal 2 hektare di Yon Armed 17/105 Trk itu, merupakan panggilan TNI dalam membantu pemerintah dalam menjaga swasembada ketahanan pangan. Konon lagi, Kabupaten Pidie merupakan lumbung pangan, maka prajurit TNI siap membantu mengembalikan Pidie sebagai lumbung pangan.
Hadir pada kegiatan itu Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Kapolres AKBP Sunarya SIK, Ketua DPRK Muhammad AR, camat, dan mahasiswa.

Bupati Sarjani Abdullah, dalam pidatonya mengatakan, dulu Pidie merupakan lumbung pangan. Bahkan, sejak 1988 Pemkab telah menggagas program penanaman kacang kedelai seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap kedelai.

Untuk itu, kata Sarjani, ia bertekad mengembalikan kejayaan Pidie sebagai lumbung pangan seperti masa lalu. Apalagi sekarang lahan untuk ditanami kedelai yang tersebai di Pidie mencapai 50 ribu hektare. Penanaman kedelai yang dilakukan Yon Armed 17 Laweung itu, sangat didukung Pemkab Pidie. “Bahkan ke depan pemkab akan beri dukungan dana, agar kegiatan tersebut membuahkan hasil lebih maksimal,” kata Sarjani.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pangdam Kunjungan Kerja Ke Jajaran Korem 011/TU