TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pertempuran Lima Hari di Semarang, Bersama Rakyat TNI Kuat

By 16 Oct 2014 16:03Kodam IV/Diponegoro
15102014

Agenda tahunan yang dihelat Pemerintah Kota Semarang, yakni peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang di Kawasan Tugumuda Semarang, Selasa (14/10) malam. Adapun yang bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro.

Purnomo Yusgiantoro mengatakan, peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang ini adalah bentuk ekspresi sikap pemuda Indonesia pada waktu itu untuk mempertahankan bangsanya.

Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan pihaknya sekarang di Kementerian Pertahanan, yaitu untuk membangun nation dan karakter building adalah suatu sikap bela negara untuk mencintai negaranya. “Memang hal ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsi Kementerian Pertahanan,”jelasnya, usai upacara.

Sementara, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, masyarakat Jateng dan Semarang senang dengan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang karena baru pertamakali dipimpin langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara adalah Menteri Pertahanan.

“Dalam drama yang ditampilkan tadi kita melihat bagaimana rakyat dan tentara bersatu, bahwa fragmen yang ditampilkan dari mahasiswa, saling bergotong-royong dalam mempertahankan negara ini, dan tumpah darah juga diberikan. “Hal ini merespesentasikan bela negara,”katanya.

KASAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, dalam perjuangan jika tentara dan rakyat bersatu maka menjadi kekuatan yang tidak akan terkalahkan. Bersama Rakyat TNI kuat untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pemerintah Kota Semarang dalam acara ini melibatkan ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, Ormas, veteran, pelajar dan pegawai pemkot. Hadir dalam upacara tersebut di antaranya Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ibnu Darmawan, Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Sekjen PDI Perjuangan Cahyo Kumolo, dan para pejabat baik dari pusat dan pemerintah daerah setempat lainnya.

Dalam upacara tersebut berlangsung khidmat namun tetap meriah. Awalnya dilakukan peringatan detik-detik Pertempuran Lima Hari di Semarang dengan mematikan lampu diiringi dengan bunyi sirine dan suara meriam selama dua menit. Sehingga suasana lokasi upacara menjadi gelap, hanya dengan penerangan seadanya yakni diganti dengan menggunakan nyala obor.

Usai upacara, acara dilanjutkan dengan penampilan drama musikal dari mahasiswa yang memerankan cuplikan fragmen perjuangan oleh sutradara sosiodrama Pertempuran Lima Hari di Semarang St Sukirno.

Dia mengungkapkan, bahwa drama pada upacara peringatan secara umum sama dengan tahun lalu. Meski begitu, pihaknya menambah beberapa unsur seperti paduan suara dilengkapi dengan iringan musik.

Dipenghujung acara suasana makin meriah karena diwarnai dengan pesta kembang api yang membuat indah langit Kota Semarang di Kawasan Tugumuda Semarang, tepatnya di depan Lawangsewu

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pertempuran Lima Hari di Semarang, Bersama Rakyat TNI Kuat