TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

SUBSATGAS DARAT KOREM 044/GAPO PATROLI PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN DAN ASAP

By 16 Oct 2014 20:47Kodam II/Sriwijaya
ASAP3

Kapenrem 044/Gapo selaku Perwira siga Posko Subsatgas Darat Korem 044/Gapo melaksanakan patroli udara di sekitar wilayah Desa Ulak Depati, Kec. Pampangan, Kab. OKI dengan menggunakan Helikopter Bolkow milik BNPB.

Dalam kegiatan tersebut terlihat bekas-bekas bakaran yang sangat luas di daerah sekitar Kec. Pampangan Kab. OKI dan masih ada pula bakaran yang baru dibeberapa titik terpencar terlihat tidak begitu besar namun didiamkan lambat laun menjadi titik yang besar kebakarannya sehingga menimbulkan asap yang tebal hingga tertiup angin kearah Kota Palembang menyebabkan kabut asap yang tebal. BPBD Provinsi sudah berupaya untuk memadamkan kebakaran lahan kambut di wilayah Sumsel yang pada hari Rabu tanggal 15 Oktober terpantau ada 172 titik Hot Spot tersebar di wilayah Kab. Banyuasin terdapat 6 titik hot spot antara lain 3 di Banyuasin I, 2 di Muara Telang dan 1 di Pulau Rimau, di Kab. MUBA terdapat 1 titik di daerah Lais, 2 titik di daerah Ogan Ilir, 159 titik di Kab. OKI terdiri dari 6 di cengal, 1 di Kayuagung, 21 di Pampanga, 26 di Pedamaran, 3 di Pematang Panggang, 102 di Tulung Selapan, 1 di Pengadonan, 1 di Sosoh Buay Rayap, 2 di Muara Kisam.

Pemadaman yang dilakukan baik dari darat maupun udara dengan mengerahkan 3 unit Helikopter dari BNPB terdiri Helikopter MI 8 yang bertugas melaksanakan water boombing di daerah Ogan Ilir sampai ke OKI, Helikopter Kamov melaksanakan water boombing di daerah OKI sampai Indralaya dan Helikopter Bolkow 105 melaksanakan water boombing di daerah Indralaya sampai Kota Palembang, namun bila situasi dilapangan memerlukan penanganan pemadaman yang dibutuhkan maka helikopter dapat menyesuaikan tugas water boombing sesuai perintah yang diberikan dari Posko BPBD Prov. Sumsel.

Pemantauan wilayah udara hari Rabu tanggal 15 Oktober 2014 ini dilakukan didaerah Desa Ulak Depati Kecamatan Pampangan, Kab. OKI yang mana sebagian besar lahan yang ada sudah terbakar, namun sampai dengan saat ini masih terdapat banyak titik api yang menimbulkan asap, melihat situasi seperti ini maka tim patroli segera melaksanakan pemadaman dengan water boombing dengan mengambil air dari parit-parit galian yang ada disekitar lokasi kebakaran untuk disiram, disamping itu tim juga berkoordinasi dengan pemilik lahan yang ada disekitar lokasi tersebut baik yang lokasinya terbakar maupun lokasinya yang tidak terbakar agar menjaga lahannya agar tidak terbakar mengingat hembusan angin di lokasi cukup kencang sehingga dapat menerbangkan percikan api untuk pindah tempat ke lokasi ke lahan yang belum terbakar.

Adanya kerjasama antara pemilik lahan baik yang dikelola oleh perusahaan maupun lahan pribadi milik perorangan masyarakat setempat terus dilakukan agar pemadaman api dan asap dapat dilaksanakan, hal ini terbukti dengan adanya alat berat eskafator milik pengusaha pemilik lahan melakukan pembuatan pelebaran parit untuk mencegah penyebaran api yang dapat menimbulkan asap.

Kebakaran lahan kambut ini memerlukan penanganan yang cukup ekstra dikarenakan tim darat yang melakukan pemadaman api dengan radius 20 meter persegi dapat dilaksanakan selama 4 jam sampai api padam dan tidak mengeluarkan asap kembali, namun setelah padam dan tim akan meninggalkan lokasi namun selang 3 jam kemudian muncul asap kembali ditempat yang sama, sehingga penanganan asap harus kerja ekstra melihat hal seperti ini maka tim berupaya memadamkan api sampai menggali tanah gambut agar bara api yang terpendam didalam tanah benar-benar padam dan tidak mengeluarkan asap kembali.

Upaya teknologi telah diupayakan oleh BPBD Provinsi Sumsel, begitu juga melaksanakan Sholat Istiqo’ untuk meminta hujan agar kebakaran dan asap dapat diatasi dengan disaram turunnya hujan, sehingga adanya turun hujan pada hari Selasa tanggal 14 Oktober 2014 di sebagian wilayah Kota Palembang cukup membantu dalam penanganan kabut asap, namun hujan yang terjadi di Kota Palembang belum terjadi di daerah dimana kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan asap terjadi, sehingga asap masih kita rasakan sampai sekarang.

Berbagai kendala yang terjadi pada tim satgas darat mulai dari terbatasnya peralatan pemadaman, jauhnya lokasi sumber air untuk penyiraman serta adanya tiupan angin yang cukup kencang.

Kemungkinan prediksi dari BMKG akan turunnya hujan akan terjadi pada akhir bulan Oktober dikarenakan akan memasuki musim penghujan. Untuk itu selama menunggu musim hujan maka satgas BPBD tetap melakukan upaya pemadaman api dan asap agar tidak mengganggu kesehatan, aktivitas, transfotasi masyarakat.

Kita semua berupaya dan berdoa agar bencana kebakaran dan asap yang terjadi di wilayah Sumsel dapat segera diatasi dengan segera. Semua tergantung dari kesadaran masyarakat agar tidak membakar lahan pada musim kemarau ini mengingat sebagian besar wilayah Sumsel merupakan lahan gambut yang mudah terbakar dan menimbulkan asap yang tebal.

Kita semua berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera diturunkan hujan untuk menyirami lokasi kebakaran lahan gambut, dengan demikian kita semua dapat terbebas dari bencana asap yang sudah hampir 3 bulan kita rasakan.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

SUBSATGAS DARAT KOREM 044/GAPO PATROLI PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN DAN ASAP