TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

3 Tantangan Mendasar Generasi Muda Bangsa

By 26 Nov 2014 06:38Kodam II/Sriwijaya
IMG_4530

Kolonel Arh Hassanudin dengan gaya hasnya mengulas tentang 3 Tantangan mendasar para generasi muda terutama para Polisi Pamong Praja di Provinsi kepulauan Bangka Belitung ini : pertama apakah kita akan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa? kedua apakah negara kita tetap berdasarkan Pancasila? dan yang ketiga apakah kita dapat hidup berdampingan dengan damai ditengah keberagamanan.

Dihadapan 35 personil satpol PP Provinsi kepulauan Bangka Belitung yang tergabung dalam Diklat (Pendidikan dan Latihan) Dasar yang diselenggarakan di Badiklat Prov kep babel Air Itam Pangkalpinang diberikan materi tentang wawasan kebangsaan oleh Danrem 045/Gaya Kolonel Arh Hassanudin, S.Ip, MM Senin 24/11/2014.

Dalam hal ini Danrem mengangkat tema tentang “Harmoni dalam Keragaman” tampak para personil Satpol PP ini mendengarkan secara serius dan seksama uraian yang disampaikan oleh Kolonel Hassanudin yang kadang juga melontarkan humor sehingga suasana terasa hangat.

Ketiga pertanyaan yang mendasar itu harus di jawab oleh para Satpol PP Prov kep Babel yang merupakan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat selaku generasi pewaris untuk melanjutkan kepemimpinan guna mengatur bangsa dan negara ini khususnya di Bangka Belitung. Lebih lanjut Danrem mengulas tentang harmoni dalam keragaman, Bangsa Indonesia adalah kumpulan dari 500-an suku bangsa dengan 1.025 ‘tapak’ budayanya yang mendiami 17.504 pulau di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang luasnya 1.922.570 km² .

Bangsa Indonesia lahir dari persamaan perasaan kebangsaan Indonesia Kehendak untuk hidup bersatu Di tanah air Indonesia, sebagai satu bangsa Untuk bersama-sama berjuang untuk mencapai Cita-cita kebangsaan berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika.

Ceramahnya Kolonel Hassanudin berpesan kepada generasi muda para Satpol PP Prov kep Babel bangsa Indonesia ada karena adanya sumpah pemuda negara Indonesia ada. karena adanya pancasila jangan biarkan Indonesia set-back seperti sebelum tahun 1948. mantapkan wawasan kebangsaan kita untuk mewujudkan kerukunan guna menjaga keutuhan NKRI, Tegas Kolonel Hassanudin.

Ancaman bangsa kedepan yang pertama diadu domba diantara kita devide et impera yang kedua seperti sekarang ini war by proxy oleh sebab itu kita harus waspada selalu terhadap serangan tersebut terutama lewat narkoba pergaulan bebas sex bebas dan hidup matrealistis. Lebih lanjut Kolonel Hassanudin orang nomor satu di Korem ini menyampaikan bahwa perlu diingat bersama bahwa bangsa Indonesia ada karena adanya sumpah pemuda negara Indonesia ada karena adanya pancasila mantapkan wawasan kebangsaan kita untuk mewujudkan kerukunan guna menjaga keutuhan NKRI, Pesan Danrem.

Sebelum mengakhiri Danrem mengingatkan kepada kita semua tentang tanda-tanda kehancuran bangsa & negara yang pertama Konflik elit yang berkepanjangan, kedua Krisis ekonomi yang tidak terselesaikan ketiga Bangkitnya semangat tribalisme yg berlebihan( pudarnya wawasan kebangsaan & nasionalisme) dan keempat Tidak berperannya ideologi sebagai pemersatu bangsa dan yang kelima Hancurnya soliditas angkatan bersenjata. Papar Danrem (Penrem 045/Gaya)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam IX/Udayana Kodam V/Brawijaya Kostrad Kodam IV/Diponegoro Berita Satuan
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

3 Tantangan Mendasar Generasi Muda Bangsa