TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Menjadi Prajurit TNI AD Harus Sehat Jesmani dan Rohani

SAM_1128a

Dalam pengarahan kepada orangtua/wali serta para calon tamtama sebanyak 225 orang Kepala Staf Korem 131/Santiago Kolonel Inf Toto Jumaryono selaku Ketua Sub Panda Manado mengatakan salah satu syarat untuk menjadi seorang prajurit TNI AD adalah harus sehat jesmani dan rohani dengan melalui beberapa tahap pemeriksaan. Pengarahan tersebut berlangsung selama dua jam di Aula Makorem 131/Santiago. (04/11).

Lebih lanjut Kasrem juga mengatakan agar para orangtua untuk tidak memaksakan anaknya menjadi seorang prajurit kalau anak tersebut memang tidak mau. Sebab setelah anak tersebut lulus tes dan masuk dalam lembaga pendidikan biasanya tidak mampu untuk menyelesaikan pendidikan tersebut dikarenakan tidak mampu secara mental sehingga yang bersangkutan lari dari lembaga pendidikan. Dan itu sangat merugikan Negara, orangtua terlebih bagi masa depan anak itu sendiri. Kasrem juga mengharapkan kerja sama dari orangtua/wali calon tamtama agar tidak berusaha mencari-cari orang untuk membayar agar anaknya bisa lulus tes sebab dalam penerimaan calon prajurit TNI AD tidak dipungut biaya satu persenpun. Lebih baik para orangtua dan calon tamatama berdoa dan berusaha mencari nilai yang makximal agar bisa masuk dalam rengking yang atas sehingga lulus dalam tes untuk menjadi calon tamtama. Sebab yang diharapkan yang menjadi genersi penerus TNI AD adalah para prajurit-prajurit yang sehat dan handal untuk mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Staf Korem 131/Stg dalam pengarahan didampingi juga oleh Dan Denkesyah Manado letkol Ckm dr Fitler Garedah selaku Katim rikes, Kaajenrem 131/Stg Mayor Caj Tria Wahyudi selaku Katim rikmind, pasi pers Korem 131/stg Mayor Inf Agus Herwanto selaku sekretaris serta Kajasrem 131/Stg Kapten Inf Ernest. M selaku Karikjas.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Menjadi Prajurit TNI AD Harus Sehat Jesmani dan Rohani