TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

PANGDAM, PERANG TERHADAP TERORIS TANGGUNG JAWAB BERSAMA

By 13 Nov 2014 23:24Kodam IX/Udayana
ISIS

Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Torry Johar Banguntoro, menghadiri acara sosialisasi pencegahan terorisme terhadap pemuda dan mahasiswa yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bali, pada Kamis (13/11) di Aula Korem 163/Wira Satya.

Acara ini dihadiri pula oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Bapak Irjen Polisi Drs. Saud Usman Nasution, S.H, M.M dan Deputi I Bapak Mayjen TNI Agus Surya Bhakti, sementara dari FKPT Provinsi Bali hadir Bapak Drs. I Gede Putu Jaya Suartama, M.Si . dan dari kepolisian hadir Kapolda Bali.

Pada kesempatan tersebut Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setingi-tingginya kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan jajarannya yang telah memprogramkan kegiatan sosialisasi tentang pencegahan terorisme dan menangkal gerakan ISIS bagi anggota Menwa dari Universitas se Bali, dimana program nasional dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini sangat positif dan tepat, mengingat saat ini masyarakat dunia tidak terkecuali di Indonesia sering memperbincangkan sepak terjang kelompok radikal Islam garis keras di Timur Tengah, yaitu ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Melalui tayangan berbagai media tentang sepak terjang dan eksistensi gerakan ISIS menggambarkan kekejaman dan radikalisme yang dilakukan oleh kelompok ISIS tentu sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral dan kehidupan Bangsa Indonesia. Fenomena tentang ISIS dan aksi kekerasan radikalisme dan terorisme ini telah menimbulkan kekhawatiran baru bagi bangsa-bangsa di dunia di beberapa negara termasuk Indonesia.

Selanjutnya Pangdam juga menyampaikan, perang terhadap terorisme bukan merupakan tugas salah satu instansi atau lembaga tertentu saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen atau komponen masyarakat. Hal yang menjadi tantangan terbesar dalam penanggulangan terorisme adalah penyebaran ideologi radikal dengan mengatasnamakan agama tertentu. Ini yang sangat berbahaya karena kalau sudah mengatasnamakan agama, maka apapun resikonya akan dijalani dengan mengabaikan logika dan cara berpikir sehat.

Berbagai fakta yang mendukung terjadinya penyebaran faham radikal dan aksi-aksi terorisme mengindikasikan bahwa pemahaman ideologi radikal ini adalah ingin membentuk negara baru melalui berbagai macam cara termasuk menyebarkan ketakutan dan kekerasan di masyarakat. Penyebaran ideologi radikal sudah menyusup sampai kepada lingkungan rumah ibadah yang disebarkan melalui khotbah, kemudian dilanjutkan dengan pengkaderan sehingga terjadi kerelaan untuk berkorban demi kelompok tersebut. Di Indonesia, faham Islam garis keras yang menjadi media perjuangan para teroris ternyata juga telah mengilhami saudara-saudara kita untuk mengikutinya. Mereka tidak menyadari bahwa tindakan itu salah, baik dari segi hukum maupun agama.

Disinilah dibutuhkan kerjasama antar komponen masyarakat baik Pemda, TNI, Kepolisian, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta seluruh elemen masyarakat terutama dari adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) untuk melakukan berbagai upaya dan tindakan pencegahan secara dini guna mengantisipasi berkembangnya faham radikal dan teroris di Bali. Untuk itulah, perlu tindakan preventif berupa antisipasi sedini mungkin agar sepak terjang kelompok radikal dan teroris dapat dicegah sedini mungkin.

Demikian acar sosialisasi ini diikuti oleh ratusan resimen Mahasiswa dari universitas dan organisasi kepemudaan yang ada di Bali.(Pendam IX/Udayana).

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam IX/Udayana Kodam V/Brawijaya Kostrad Kodam IV/Diponegoro Berita Satuan
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

PANGDAM, PERANG TERHADAP TERORIS TANGGUNG JAWAB BERSAMA