TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Proses Evakuasi Korban Tanah Longsor Banjarnegara Dihentikan

By 23 Dec 2014 20:51Kodam IV/Diponegoro
IMG_1953

Puluhan rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga di Dusun Jemblung RT 05 RW 01 Desa Sampang Kec. Karangkobar Kab. Banjarnegara tertimbun tanah longsor pada Jumat (12/12) sekitar pukul 17.30 WIB. Hingga sampai batas tanggap darurat yang berakhir Minggu (21/12), tim gabungan evakuasi korban masih berlanjut.

Proses pencarian korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar Banjarnegara resmi ditutup Minggu (21/12). Penutupan pencarian ini dilakukan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

Pada Penutupan pencarian korban longsor kemarin dilakukan upacara sederhana di Desa Ambal, Karangkobar, Minggu, 21 Desember 2014. Upacara penutupan diikuti oleh Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, Danrem 071/Wk Kol Inf Edison, S.E., M.M.,  Dandim 0704/Bna Letkol Inf Edi Rahmatullah, Kapolres Banjarnegara AKBP Wika Hardianto, unsur TNI/Polri, BPBD, Basarnas, relawan dan warga Dusun Jemblung.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 071/Wk Kol Inf Edison, S.E., M.M. mengatakan hasil terakhir evakuasi korban di hari penutupan sebanyak 2 korban meninggal. Sehingga, total keseluruhan korban tewas sebanyak 95 orang. Dari 95 jasad yang berhasil dievakuasi, 64 orang tercatat warga Dusun Jemblung, sedangkan 31 orang lainnya berasal dari luar Dusun Jemblung.

“Ini adalah kerja maksimal kita. Kita sudah kerahkan semaksimal mungkin tenaga dan pikiran sejak awal pencarian hingga hari ini, ” ujar Danrem 071/Wk.

Kendati demikian, untuk korban yang belum ditemukan, kata Edison, pihak TNI masih membuka posko dan akan tetap melakukan proses pencarian jika masih diperlukan.

“Kami sudah siap jika ada warga yang masih belum puas karena keluarganya belum ditemukan,” kata dia.

Hunian sementara

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo saat melepaskan tim gabungan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi petugas gabungan dan relawan atas kerja selama ini.

“Maka secara resmi relawan dan tim kita lepaskan hari ini. Semoga semua korban yang tidak kita temukan bisa diterima Allah SWT,” ucap Sutedjo.

Sutedjo berjanji, paska evakuasi berakhir, Pemda akan langsung menunaikan tugas dengan menempatkan para korban yang selamat di hunian sementara maupun hunian tetap.

“Kami akan melayani yang terbaik. Mudah-mudahan bencana ini yang terakhir di Banjarnegara dan di Indonesia,” ujar dia.

Jumlah Korban Total

Terkait dengan penutupan itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengelurakan keterangan terkait jumlah total korban musibah tersebut.

Sutopo mengatakan, total jumlah korban 95 tewas dan 13 orang dinyatakan hilang. Sementara, keluarga telah mengikhlaskan anggota keluarga yang belum ditemukan.

“Cuaca hujan, luas dan tebalnya timbunan longsor, dan ancaman longsor susulan menyebabkan pihak keluarga korban menyetujui penghentian pencarian korban,” ujarnya.

Relokasi

Selanjutnya, kata Sutopo, fokus utama adalah penanganan pengungsi dan relokasi. Jumlah pengungsi yang tercatat sampai saat ini adalah 2.038 jiwa di empat kecamatan di Kabupaten Banjarnegara yaitu di Kecamatan Karangkobar (1.255 jiwa), Kecamatan Punggelan (613 jiwa), Kecamatan Banjarmangu (50 jiwa), dan Kecamatan Wanayasa (120 jiwa).

“Pengungsi di Kecamatan Karangkobar tersebar di 15 titik. Permakanan dan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi mencukupi,” jelasnya.

Sutopo mengemukakan, relokasi akan segera dipercepat. Berdasarkan pendataan terbaru maka 35 KK akan direlokasi ke Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.

Sebelumnya, ada 22 KK yang akan direlokasi. Namun berdasarkan pendataan terbaru bersama ahli waris dan Ketua RT Dusun Jemblung maka ada 35 KK yaitu 32 KK yang tertimbun longsor dan 3 KK yang rumahnya rusak berat.

“Tersedia lahan 1.000 hektar di Desa Ambal. Selama perpanjangan status tanggap darurat sampai 22 Desember 2014, relokasi penduduk akan diprioritaskan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNPB, Syamsul Maarif, menyampaikan relokasi untuk bencana longsor Banjanegara adalah proses yang kompleks yang lebih dari sekedar membangun kembali permukiman, namun lebih pada rekonstruksi sosial dari rumah, hubungan sosial, ekonomi dan matapencaharian.

Beliau juga melanjutkan “Jadi harus direncanakan menyeluruh. BNPB akan terus mendampingi Pemda Banjarnegara. Sebelum menunggu relokasi, masyarakat diberi bantuan untuk sewa rumah selama setahun, diberi jaminan hidup dan lainnya,”.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Proses Evakuasi Korban Tanah Longsor Banjarnegara Dihentikan