TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Peringatan Maulid Nabi sebuah renungan bagi warga Korem 081/DSJ

By 20 Jan 2015 18:45Kodam V/Brawijaya
3. Anggota Korem 081 dan Satdisjan Wil. Madiun saat mengikuti acara Maulid Nabi

Madiun, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah sekedar acara biasa, namun didalamnya terkandung makna sangat penting, yang bertujuan untuk mengenang Hari Kelahiran Nabi sekaligus mengingat jasa-jasanya dalam menyebarkan agama Islam dan mengangkat derajat manusia dari jaman kebodohan menuju jaman terang benderang dalam keimanan kepada Allah SWT. Untuk itu keluarga besar Korem 081/DSJ dan Satdisjan Wilayah Madiun merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H, bertempat di Aula Makorem 081/DSJ Jl. Pahlawan No 50 Kota Madiun, dengan menghadirkan pembicara Bapak KH. Munir Huda dari Ds. Pilangrejo Kec. Sawahan Kab. Madiun. Selasa (20/1).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengambil tema “Jadikan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Sebagai Motivasi Kejuangan Prajurit TNI Dalam Melaksankan Tugas dan Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara”. Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Hanif dari anggota Persit KCK Denbekang V-44-01 Madiun, dihadiri oleh Para Kasi Korem, Para Dan/Kadisjan Wil Madiun, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 PD V/Brawijaya Ny. Inonk Reza Utama beserta pengurus serta anggota, para Prajurit TNI, PNS Korem 081/DSJ dan perwakilan anggota dari Satdisjan Wil Madiun berjalan dengan penuh khidmat.

Dalam sambutan Komandan Korem 081/DSJ yang dibacakan Kasilog Rem 081/DSJ Letkol Inf Udjiono HS, mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, merupakan ungkapan penghormatan dan kecintaan kita yang mendalam kepada Junjungan Nabi Muhammad SAW, yang membawa risalah kebenaran bagi umat manusia.

Peringatan ini sekaligus mengingatkan kita untuk senantiasa mensyukuri kebesaran Allah SWT atas keteladanan Rasulullah dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam, selanjutnya untuk kita renungkan dan introspeksi sejauh mana kita melaksanakan ajaran itu, menerapkan dan meneladani sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Rasulullah dengan kepribadiannya yang sempurna telah memberikan suri tauladan kepada kita untuk memiliki semangat pantang menyerah dalam upaya menegakkan amal ma’ruf nahi munkar, yaitu mengajak kepada kita semua untuk selalu melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam diri dan kepada lingkungan kita.

Sementara itu Bapak KH. Munir Huda, melalui Hikmah Maulid Nabi yang disampaikannya di hadapan anggota Korem 081/DSJ dan anggota Satdisjan mengajak seluruh insan Prajurit TNI dan PNS jajaran Korem yang hadir saat itu untuk merenungkan hikmah di balik peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman dalam Surah al-Ahzab : 21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan Ia banyak menyebut (Nama) Allah.

“Surah al-Azhab : 21 menyampaikan kepada kita bahwa dalam diri Rasulullah terdapat kemuliaan yang menjadi suri teladan bagi generasi Islam sepanjang zaman, sudah seharusnya kita sebagai generasi Islam menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan sepanjang zaman,” tegas Bapak KH, Munir Huda dalam Hikmah Maulidnya. “Namun demikian, adanya gesekan budaya, dan rentang waktu yang sangat panjang antara masa kehidupan Rasulullah dengan generasi sekarang membuat hal itu tereduksi,” lanjutnya.

Tradisi Islam mengenal budaya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen untuk menghidupkan kembali ketokohan Rasulullah melalui pembacaan lembaran-lembaran sejarah Nabi Muhammad SAW. Kehadiran sejarah Rasulullah menjadi inspirasi paling sempurna bagi seorang muslim dalam menjalani apapun dalam realitas hidupnya.

Sudah saatnya kini, generasi Islam memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen spiritual untuk merenungkan kemulian akhlak dan suri teladan yang diwariskan Rasulullah kepada ummatnya, mentasbihkan Rasulullah sebagai figur tunggal yang mengisi pikiran, hati, dan pandangan hidup kita. Maulid Nabi Muhammad SAW bukan lagi dipandang sebagai sebuah kesemarakan seremonial, tapi perenungan dan pengisian batin agar tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, tapi betul-betul secara kongkrit tertanam, mengakar, menggerakkan detak-detak jantung dan aliran darah ini. Tegas Bapak KH. Munir. (LS).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Peringatan Maulid Nabi sebuah renungan bagi warga Korem 081/DSJ