TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

“Proxy War “ Mantapkan 512 Mahasiswa Peserta KKN Nusantara 2014/2015 di Unimas Mojokerto

By 18 Jan 2015 13:38Kodam V/Brawijaya
2. Suasana pembekalan Proxy War kepada 512 Mahasiswa Unimas peserta KKN Nusantara 2014-2015

Sabtu 17 Januari 2015, bertempat di Aula Kampus Unimas Mojokerto, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Arm Putranto Gatot Sri Handoyo mewakili Danrem 082/CPYJ Kolonel Czi Soparjo, dimana beliau tidak dapat hadir di tengah para mahasiswa karena suatu tugas yang tidak dapat diwakilkan, berkesempatan memberikan pembekalan kepada 512 orang mahasiswa peserta KKN Nusantara 2014 / 2015 yang akan dilaksanakan pada 23 s/d 25 Januari 2015.

Pembekalan yang dialokasikan selama 2 jam itu diawali dengan perkenalan Dandim dan dilanjutkan dengan instruksi kepada para mahasiswa dengan bahasa yang tegas, “Lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ akan dinyanyikan, semua hadirin berdiri, yang tidak berdiri adalah kerbau ”. Sontak saja kalimat ini membuat para peserta pembekalan menjadi salah tingkah, setelah hening sejenak, barulah Dandim menjelaskan bahwa kalimat itu adalah kalimat Dr. Soetomo yang disampaikan kepada para hadirin dalam suatu acara resmi kenegaraan pada tahun 1928 yang banyak dihadiri oleh para Polisi Belanda, kalimat ini sengaja saya sampaikan kepada para mahasiswa semata-mata untuk mengetahui sejauh mana kebanggaan nasional kita dapat diukur, kilahnya merespon kekikukan suasana.

Sesaat sebelum Letkol Gatot menyampaikan materi pembekalan, Purek-3 selaku pemandu acara, menginformasikan kepada peserta bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan atas  kerja sama Unimas dengan Korem 082/CPYJ, dalam menyongsong KKN Nusantara yang akan datang, dengan harapan untuk memantapkan kembali wawasan kebangsaan kita karena terkontaminasi oleh perkembangan situasi Global dan dampak kemajuan IPTEK, dan diberikan  oleh pihak yang diyakini memiliki kemantapan wasbang yang tinggi.

Alumnus Akmil 1996 dari kecabangan Artileri Medan tersebut memberikan pembekalan yang diberi judul “ Peran Pemuda dalam menghadapi Proxy War “, dimana materi itu dirasakan sangat relefan dalam menjawab tantangan yang saat ini menjadi permasalahan kaum muda, terutama jika ditinjau dari adanya berbagai indikasi  meredupnya semangat, rasa, jiwa dan paham kebangsaan , yang seolah tergantikan oleh jiwa dengan penuh kebebasan bahkan seolah tak terbatas. Dijelaskan olehnya bahwa  Proxy War adalah  perang melalui berbagai aspek berbangsa dan bernegara yang meliputi Geografi, Demografi, Sumber Kekayaan Alam dan Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan), dengan memanfaatkan pihak ketiga tetapi pihak yang dimanfaatkan sama sekali tidak mengetahui dan menyadarinya, dengan mempengaruhi aspek – aspek berbangsa dan bernegara tersebut sehingga terjadi perubahan pola pikir dan budaya pada generasi muda kita, dengan alasan menghadapi potensi krisis energy dunia, dan krisis tersebut dapat terjawab karena melimpahnya sumber daya nasional Indonesia, maka atas dasar itu berdasarkan indikasi yang ada baik pada skala Global maupun Regional, banyak negara didunia yang berusaha menghambat kemajuan Negara Indonesia, agar mereka dapat memanfaatkan sumber kekayaan alam Indonesia dalam menghadapi krisis energy dunia.           Disinilah peran penting para pemuda sebagai generasi pemimpin bangsa dalam menghadapi  Proxy War , untuk itu  hendaknya para pemuda menggunakan akal sehat, hati nurani, berpikir jernih, bijak namun kritis melihat hal-hal yg aneh, menjadi tokoh dan contoh dilingkungannya dan bangga menjadi warga Indonesia.

Sementara dari peserta yang diwakili oleh Sdr. Wantono dari Fakultas Hukum Unimas, menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara ini kepada segenap panitia, serta kepada Dandim 0815 yang telah peduli untuk membekali para peserta KKN Nusantara khususnya dalam upaya pemantapan kembali Wasbang di lingkungan pemuda, dan menanyakan tentang bagaimana cara mengatasi dampak eksplorasi sumberdaya alam yang berlebihan dan Emisi Gas Carbon, sehingga merusak lingkungan dan merugikan generasi pewaris bangsa.

Disampaikan oleh Dandim 0815 selaku nara sumber, bahwa permasalahan tersebut bukanlah menjadi domain TNI, namun sebagai sesama komponen bangsa maka TNI berkewajiban untuk turut menginformasikan dan mendorong instansi terkait untuk  merespon dan menindaklanjuti permasalahan – permasalan tersebut dengan mengambil langkah – langkah seperlunya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Diakhir acara, Dandim menutup dengan himbauan agar kita semua mampu menjaga ke Indonesiaan kita, tidak ada gunanya kita makmur dan modern namun kehilangan yang fundamental dan yang terbaik dari bangsa kita, turut hadir mendampingi Dandim 0815/Mojokerto dalam acara pembekalan tersebut adalah Pasi Bhakti TNI Korem 082/CPYJ Mayor Arm Muslikh dan Kapenrem 082/CPYJ  Mayor Arm Imam Duhri. (Penrem 082/CPYJ )

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

“Proxy War “ Mantapkan 512 Mahasiswa Peserta KKN Nusantara 2014/2015 di Unimas Mojokerto