TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Tahun 2015 Adalah Tahun Konsolidasi

By 13 Jan 2015 17:00Kodam VI/Mulawarman
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Sebanyak 1.450 prajurit dan PNS jajaran Makodam VI/Mlw mengikuti pengarahan yang disampaikan oleh Panglima Kodam VI/Mlw Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono. S.IP., di Aula Makodam VI/Mlw Balikpapan Senin 12 Januari 2015.

Dalam pengarahannya Pangdam menjelaskan satu persatu tentang poin-poin hasil Rapim TNI dan TNI AD yang berlangsung di Jakarta Minggu kemarin. Mengawali pengarahannya Pangdam VI/Mlw mengatakan bahwa tahun 2015 adalah tahun konsolidasi. Yang mana pada tahun 2015 adalah puncak eskalasi  politik dari semua permasalahan yang ada dalam Bangsa ini yang bermuara pada pertahanan dan kemananan negara.

Menjawab tantanggan tersebut tentunya TNI harus siap menghadapi kejadian yang akan terjadi dimasa mendatang. Untuk itu TNI melaksanakan latihan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM) yang lebih terukur dan profesional tentunya mempunyai target salah satunya adalah seluruh prajurit yang bertugas di satuan tempur dan bantuan tempur akhir bulan Maret 2015 mendatang harus mencapai target berkualifikasi DANSATU beladiri militer Yong Moo Do.

Tak hanya Beladiri Yong Moo Do, prajurit yang berada di satuan tempur dan bantuan Tempur akhir bulan Maret 2015 ini juga harus mencapai taget berkualifikasi Hirbak tingkat Pratama. Melihat rentang waktu yang sangat singkat tentunya tidak ada waktu lagi bagi prajurit untuk bersantai-santai yang menyisakan 2,5 bulan lagi. Belum lagi prajurit dituntut melaksanakan latihan satuan, “ tegas Pangdam VI/Mlw.

Masih dalam pengarahannya Pangdam VI/Mlw menekankan kembali tentang pengamanan tubuh, dimana masih banyaknya anggota TNI meninggal dunia secara sia-sia disebakan  karena kecelakaan lalu lintas. Mengingat banyaknya kecelakaan lalu lintas Pangdam VI/Mlw berharap agar seluruh prajurit dan PNS jajaran Kodam VI/Mlw agar berhati-hati dalam berkendaraan serta mengunakan kendaraan yang kondisinya masih layak pakai serta mengunakan helm Standar Lalu lintas. Jika diketahui salah satu prajurit atau PNS melakukan pelanggaran berlalu lintas maka Pangdam VI/Mlw akan langsung menindak disiplin secara tegas dengan membuat malu anggota di tempat umum bila menemui prajurit dan PNS jajaran Kodam VI/Mlw yang tidak memakai Helm Standar Lalu Lintas dengan menghentikan paksa di jalan raya.

Menyangkut permasalahan Narkoba, Pangdam VI/Mlw menjelaskan bahwa Indonesia sudah memasuki darurat Narkoba. Dimana Narkoba saat ini sudah mewabah keseluruh lapisan masyarakat termasuk lingkungan TNI. Menyikapi permasalahan Narkoba tersebut Mabes TNI sudah mengeluarkan Surat Telegram yang telah dikirimkan keseluruh satuan jajaran TNI yang mana bila ada anggota TNI dan keluarga anggota TNI yang ketangkap Narkoba di asrama militer, hari itu juga akan di paksa keluar dari rumah dinas TNI.

Menyinggung tentang ketahanan Pangdam VI/Mlw, sesuai Instruksi Presiden RI mencanangkan bahwa 3 tahun kedepan (2015 – 2017) Indonesia harus  swasembada pangan, bila target surplus pangan tersebut tidak tercapai,  Presiden RI tidak segan segan mengganti pejabat bersangkutan. Berkaitan dengan target Presiden RI tersebut TNI telah mengambil langkah-langkah termasuk di Kodam VI/Mlw dengan memerintahkan kepada seluruh prajurit Kodam VI/Mlw agar menjadikan rumah kita sebagai rumah hijau / Green House dengan menanam sayuran atau tanaman pangan di perkarangan/lahan maupun di polybag bagi yang tidak memiliki lahan. Bahkan Pangdam VI/Mlw akan merencanakan lomba rumah hijau/Green House di tingkat satuan jajaran Kodam VI/Mlw. (Penerangan Kodam VI/Mlw)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Berita Satuan Kodam V/Brawijaya Kostrad Kodam II/Sriwijaya Kodam Iskandar Muda Puspen TNI Kodam IV/Diponegoro
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Tahun 2015 Adalah Tahun Konsolidasi