TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Belum Ada Unsur TNI Daftar Jadi Capim KPK

By 17 Jun 2015 13:44Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Meski kuat ber­embus kabar akan adanya perwakilan dari unsur mili­ter aktif yang akan mengi­kuti seleksi Calon Pemimpin (Capim) Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK), hingga hari ini (Selasa, 16/6), dipasti­kan belum ada. Panitia seleksi (pansel) menegaskan, hingga kini ini belum satu pun wakil dari TNI mendaftarkan diri dalam seleksi.

Di sisi lain, Polri telah mengajukan tiga anggota, baik aktif maupun purnawirawan, dan telah resmi mendaf­tar kepada Pansel Capim KPK “Hingga kemarin, sudah ada 100 pendaftar. Tiga orang di antaranya dari Polri (aktif dan purnawirawan),” kata Juru Bi­cara Pansel, Betty Alisjahbana kepada SH, Selasa pagi.

“Namun, hingga kini dari seluruh pendaftar tersebut belum ada satu pun anggota TNI, baik aktif maupun pur­nawirawan,” ujarnya.

Menurutnya, adanya ang­gota Polri aktif yang mendaf­tar tidak menjadi persoalan. Ia berujar, siapa pun, terma­suk anggota Polri dan TNI aktif, selama memenuhi per­syaratan yang sudah ditentu­kan, diperbolehkan mendaf­tar menjadi Capim KPK.

“Satu hal yang pasti; bila nantinya terpilih, yang ber­sangkutan harus mau melepas­kan jabatannya,” ucap Betty.

Ia mengungkapkan, hari ini anggota pansel akan diba­gi tugas sesuai lokasi masing-masing. Menurut Betty, seba­gian anggota pansel melaku­kan kunjungan ke daerah sebagai upaya sosialisasi dan jemput bola, terhadap orang-orang yang dianggap layak dan kompeten mendaftar se­bagai Capim KPK.

Sebagian anggota pansel lainnya akan berkunjung ke Kejaksaan Agung. Menurut Betty, kunjungan untuk me­minta koordinasi penelusuran rekam jejak para calon dan pemetaan tantangan KPK.

“Tentu kami juga men­dorong orang-orang yang memenuhi syarat di kejak­saan untuk mendaftar,” kata Betty. Ia menambahkan, seba­gian anggota pansel lainnya akan tetap berada di Kantor Sekretariat Negara.

Mulai hari ini, pansel juga menjaring para calon pendaf­tar ke 10 kota di Tanah Air. Ada tiga tujuan kegiatan penjaringan calon ke daerah tersebut. Pertama adalah me­nyosialisasikan proses seleksi Pemimpin KPK periode 2015-2019 kepada publik dan ke­lompok-kelompok ahli mau­pun profesional terkait.

Ada 10 daerah yang akan dikunjungi pansel, yaitu Makassar (16 Juni); Padang, Yogyakarta, dan Medan (17 Juni); Balikpapan, Semarang, dan Pontianak (18 Juni); Band­ung dan Malang (19 Juni), ser­ta Depok (22 Juni).

Kemarin, Mabes Polri mengumumkan tiga nama dari internal Polri yang akan didaftarkan ke Pansel. Ketiga­nya adalah Kapolda Papua Ir­jen Yotje Mend, Deputi Bidang V Koordinasi Keamanan Nasi­onal Kemenkopelhukam Irjen Syahrul Mamma, dan mantan Deputi Pemberantasan BNN Irjen (Purn) Benny Mamoto.

Kadivhumas Polri, Irjen Anton Charliyan menga­takan, ketiganya telah di­seleksi Mabes Polri. Ia juga menyebut rekam jejak keti­ganya tercatat sangat baik. “Ketiganya putra terbaik Bhayangkara,” katanya se­raya menambahkan, mereka pakar di bidang reserse serta memiliki kemampuan andal sebagai penyidik.

Tidak menutup kemung­kinan akan ada nama-nama baru dari purnawirawan Polri yang akan diajukan ke Pansel KPK. “Tapi saat ini, baru tiga nama itu,” ucap Anton. (Sumber: HU SinarHarapan)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Belum Ada Unsur TNI Daftar Jadi Capim KPK