TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Calon Panglima TNI Diminta Fokus Empat Hal

By 30 Jun 2015 11:26Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Komisi I DPR RI akan menggelar fit and proper test (uji kelayakan dan uji kepatutan) pada calon panglima TNI, Rabu tanggal 1 Juli 2015. Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengatakan, pi­haknya akan menekankan em­pat hal pada calon tunggal panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmayanto.

Kami akan meminta pe­nekanan di empat poin komit­men pada calon panglima TNI, kata TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen Senayan.

Poin pertama, imbuh TB Hasanuddin, adalah pening­katan disiplin prajurit yang harus lebih baik dari sebelum­nya.

Kedua, lanjutkan pro­gram minimum esential force di TNI. Saat ini TNI sudah mencapai esential force di 38 persen. Dalam lima tahun ke­pemimpinan Gatot Nur­mayanto, esential force harus mencapai 68 persen.  Selanjut­nya, 10 tahun dari sekarang, esential force TNI harus men­capai 100 persen.

Penekanan ketiga yang akan diminta anggota Komisi I ini adalah soal peningkatan profesionalisme prajurit TNI. Hal ini juga harus diimbangi dengan peningkatan kesejah­teraan prajurit.

Poin keempat tolong selesaikan konflik TNI-rakyat soal tanah, katanya menegaskan. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyerahkan na­ma Gatot Nurmayanto sebagai calon tunggal panglima TNI. Gatot akan menggantikan panglima TNI saat ini, Jende­ral Moeldoko.

Kepala BIN

Sementara itu, pengamat intelijen, Ridlwan Habib, me­nilai Komisi I DPR akan seca­ra bulat mendukung Letjen (Purn) TNI Sutiyoso sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang baru mengganti­kan Letjen (Purn) TNI Marciano Norman. Ridlwan mem­prediksi, semua fraksi di Ko­misi I DPR akan 100 persen mendukung Sutiyoso untuk menjabat sebagai kepala BIN.

Meski ada beberapa ang­gota DPR yang cukup vokal dan merasa keberatan dengan pencalonan Sutiyoso sebagai kepala BIN, Ridlwan menilai, semua fraksi akan tetap setuju dan Sutiyoso bisa melenggang mulus menjadi kepala BIN.

Memang ada satu atau dua anggota yang cukup vokal dan mengkritik, tapi itu per­orangan. Semua fraksi akan setuju, aklamasi, ujar Ridl­wan, yang juga menjabat se­bagai koordinator eksekutif Indonesia Intelligence Institute itu, dalam keterangan ter­tulis yang diterima Republika.

Rencananya, Komisi I DPR akan melaksanakan fit and proper test calon kepala BIN yang baru pada Selasa tanggal 30 Juni 2015 besok. Sementara, fit and proper test calon panglima TNI rencananya akan digelar pada lusa, Rabu tanggal 1 Juli 2015 men­datang.

Nantinya, setelah disetujui oleh Komisi I, DPR akan me­ngirimkan surat secara resmi kepada Presiden Joko Widodo. Surat itu berisi hasil pertim­bangan secara resmi yang    di­sampaikan DPR atas calon ke­pala BIN yang diajukan Presi­den. Namun, Ridlwan tetap mewanti-wanti, forum uji ke­layakan atau fit and proper test yang digelar oleh DPR itu harus bisa berjalan serius.

Forum itu harus menjadi kesempatan yang bagus bagi DPR untuk bisa mengupas se­mua program kerja dan visi-misi yang diusung Sutiyoso terhadap BIN pada masa men­datang. Forum/it and proper test itu harus serius. Visi Bang Yos (Sutiyoso) harus terus di­kejar dan dikuliti secara de­tail,  ujar Ridlwan. (Sumber: HU Republika)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Calon Panglima TNI Diminta Fokus Empat Hal