TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Danrem 174/ATW : Semua Harus bersinergi mencari langkah kongkrit dalam mencari solusi untuk penyelesaian 7 kampung

By 25 Jun 2015 11:00Kodam XVII/Cenderawasih
photo_2015-06-25_10-10-42

Merauke, (23/06) Dalam rapat koordinasi terpadu penemuan Tujuh Kampung, Danrem 174/ATW, Brigjen TNI Supartodi, SE, M.Si memaparkan penemuan ketujuh kampung perbatasan tersebut antara lain Kampung Yakyu di diwilayah Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke dan 6 Kampung lainya berada di Kabupaten Boven Digoel yakni Kampung Detto, Diggo, Bankim, Lama, Kugo berada di Distrik Waropko Naga dan pasar Bastop, Disrtik Jair Kab. Boven Diguel yang ditemukan oleh anggota Satgas TNI AD yang melaksanakan Pengamanan Perbatasan saat melaksanakan Patroli patok batas NKRI-PNG.

Dimana mayoritas warga masyarakat perbatasan yang ditemukan adalah suku Ningrum dan mengaku sebagai WNI, namun warga tersebut belum memiliki identitas seperti KTP (WNI) dari Dinas Catatan Sipil, mereka menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris PNG. Sementara mata uang yang digunakan dari kedua Negara yakni Rupiah dan Kina.

Danrem Supartodi berharap, Dalam Penemuan kampung yang ada di perbatasan NKRI-PNG ini Satgas bersama Pemda dan semua harus bersinergi mencari langkah kongkrit, tidak boleh saling mengharap dari Kementerian satu dengan yang lainya terlebih dalam mencari solusi untuk kampung Bankim yang masyarakatnya berkewarganegaraan PNG.

Selain itu Danrem menjelaskan dalam peninjauan dari ketujuh kampung tersebut ada dua kampung yang akan dikunjungi pada hari Rabu ini yaitu yang pertama kampung Yakyu di wilayah Rawa Biru Distrik Sota karena daerah tersebut relatif dekat karena keberadaanya berada di Kabupaten Merauke dengan waktu tempuh dari Merauke Ke Rawabiru sekitar Satu Setengah Jam dan dilanjutkan naik Kole-kole selama Tiga sampai Empat Jam untuk sampai di kampung tersebut. Selain itu masyarakat disana juga sudah terdata dengan jelas. Yang Kedua Kampung Naga berada di Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel yang akan ditinjau oleh Tim kementerian terkait dengan didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih dengan mengunakan Helly MI 17 milik TNI AD dengan waktu kurang lebih 1 jam untuk menuju Assikie dan dilanjutkan melalui darat memakan waktu kurang lebih Dua jam untuk sampai dikampung Naga dan sekaligus meninjau Pasar Bastop disana.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Danrem 174/ATW : Semua Harus bersinergi mencari langkah kongkrit dalam mencari solusi untuk penyelesaian 7 kampung