TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Juli, Ada Wakil Panglima

By 26 Jun 2015 11:10Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Penunjukan wakil panglima TNI melalui mekanis­me Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti). Paling cepat, minggu depan nama calon pemangku sudah dibahas dan diusulkan kepada Presi­den Joko Widodo.

Sebentar lagi manakala kepres tu­run. Mungkin minggu depan, kata Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Wanjakti diketuai Moeldoko selaku panglima TNI dengan tiga anggota Ke­pala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, dan KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna, Wakil panglima TNI akan dijabat perwira tinggi bintang empat. Calon bi­sa saja KSAU atau KSAL, apabila panglima TNi berasal dari matra darat. Atau, calon Wapang TNI merupakan perwira tinggi bintang tiga yang men­dapat promosi job bintang empat.

Bisa jadi apakah mantan kepala staf atau kepala staf setelah itu jadi wakil panglima tni atau bisa orang yang nantinya disiapkan menjadi  ke­pala staf angkatan, katanya.

Pembentukan Wapang TNI otoma­tis menghapus peran dan fungsi dari kepala staf umum TNI. Kasum TNI se­lama ini tidak memiliki kewenangan menggerakan komando karena terba­tas tugas dan fungsi pembinaan staf dan asisten.

Sedangkan, fungsi dan tugas Wa­pang TNI bisa ditingkatkan pembinaan komando dan staf apabila panglima TNI sedang berhalangan. Moeldoko sendiri mengusulkan pembentukan struktur Wapang TNI menilik dari ancaman pertahanan negara ke depan. Berdasarkan analisa atas perkembangan   lingkungan strate­gis, ia memutuskan membuat rumus­an.

Diantaranya,  pembentukan   dan  pemekaran  organisasi,  sekaligus pe­ngembalian efektivitas pembinaan ko­mando sehingga siap operasi dan tem­pur.  Untuk itu dibentuk struktur Wa­pang TNI. Ancaman itu harus melihat lagi organisasi kita seperti apa, perlu ada adjustment atau penyesuaian atas perubahan lingkungan itu, maka orga­nisasi itu dilihat lagi, jelas dia.

Apalagi, lanjut Moeldoko, tugas dan fungsi panglima TNI juga banyak ke luar negeri untuk menjalin kerja sa­ma dengan militer negara sahabat. Ke­beradaan Wapang TNI bisa mengambilalih tugas dan fungsi panglima TNI apabila negara sedang membutuhkan.

Dia mencontohkan jika panglima TNI mengunjungi sedikitnya 4.000 prajurit TNI yang sedang melaksana­kan misi perdamaian di luar negeri. Fungsi dan tugas komando TNI harus tetap, berjalan meskipun panglima TNi di luar negeri. Tugas itu diambilalih Wapang TNI.

Kalau  pada  saat  ditinggal  ada  wa­kil  panglima   maka sudah otomatis ka­lau terjadi sesuatu, wakil panglima akan mengambil tanggung jawab ken­dali operasi,  katanya.

Moeldoko menegaskan peran Wa­pang TNI sangat penting dalam organi­sasi militer. Tidak benar keberadaan Wapang TNI hanya untuk mengako­modasi kepentingan politik, (Sumber: HU Suara Karya)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Juli, Ada Wakil Panglima