TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Mengembalikan Patok Perbatasan NKRI di Sebatik

By 18 Jun 2015 11:21Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

 Seorang tokoh warga di Keca­matan Sebatik, Nunukan, Provinsi Kalimatan Utara (Kaltara) dengan nada serius meminta perhatian pemerintah pusat terkait banyaknya patok perbatasan Indonesia dengan Ma­laysia di Sebatik yang sudah bergeser ke wilayah Malaysia. Bahkan patok itu ada yang hilang.

“Waktu saya kecil, patok-pa­tok itu berada di wilayah Indone­sia. Tapi, sekarang banyak patok itu pindah ke wilayah Malaysia. Itu berarti sudah ratusan bahkan mungkin ribuan hektar wilayah Indonesia yang kini menjadi wila­yah Malaysia,” kata tokoh masya­rakat itu saat diberikan ke­sempatan tanya jawab dengan Menteri Koordinator Bidang Poli­tik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno, di SMKN 1, Sebatik, Nunukan, Kaltara, Senin (15/6).

Kekhawatiran warga ma­syarakat Sebatik dengan berge­sernya patok perbatasan Indo­nesia dengan Malaysia itu patut dimaklumi. Selain masalah ke­daulatan Negara Kesatuan Repu­blik Indonesia (NKRI), bergeser bahkan hilangnya patok perbatas­an itu, juga menyulitkan warga untuk beraktivitas.

Sebab, warga yang tadinya mudah mengunjungi suatu dae­rah untuk berdagang, berkebun atau mengunjungi sanak sau­dara, setelah patok bergeser atau hilang, kini dibatasi.

“Dulu, kami mudah pergi ke rumah saudara. Tapi, setelah pa­tok bergeser, kami harus meminta izin pemerintah dan aparat Ma­laysia karena rumah saudara,ka­mi itu sudah masuk ke wilayah Malaysia,” ujar Sarmin, warga asli Sulawesi Selatan, yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di Sebatik.

Di Sebatik pula, ada femonena yang unik di mana rumah warga berada di dua wilayah negara. Ruang tamu dan kamar ada di wilayah Indonesia sementara ru­angan dapur berada di wilayah Malaysia.

Penjabat Gubernur Kaltara Triyono Budi Sasongko juga mengakui perlunya koreksi perba­tasan karena banyak patok yang bergeser sehingga merugikan Indonesia.

Mengembalikan kedaulatan wilayah NKRI juga tidak hanya, masalah “menormalkan” patok-patok perbatasan. Tapi, juga me­nguatkan semangat NKRI di ka­langan warga yang tinggal di per­batasan seperti di Kabupaten Se­batik dan Kabupaten Nunukan, dua kabupaten di Provinsi Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Karena  itu  pula,  menurut Menko Polhukkam, Program Ger-bangdutas bisa mendorong ada­nya percepatan pembangunan di wilayah perbatasan agar dapat se­gera menjadikan wilayah perba­tasan sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indo­nesia.

“Beranda terdepan tersebut haruslah lebih baik dari halaman depan negara tetangga,” ujar Menko Polhukkam yang menjabat sebagai Ketua pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Dalam kunjungan meresmi­kan Program Gerbangdutas 2015 di Pulau Sebatik ini, Menko Pol­hukkam datang bersama Pang­dam VI/Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono dan Pen­jabat Gubernur Kaltara Triyono Budi, serta Pelaksana Harian Sekretaris Utama BNPP EKo Subowo, Asisten Deputi Bidang Po­tensi Kawasan Laut BNPP Sunarto, Kepala Biro Perencanaan BNPP Robert Simbolon serta bebe­rapa pejabat teras dari BNPP, Kantor Menko Polhulkam, Mabes TNI dan kementerian lain. (Sumber: HU Suara Karya)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Mengembalikan Patok Perbatasan NKRI di Sebatik