TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pengamanan Zona Merah Erupsi Gunung Sinabung Diperketat

By 29 Jun 2015 11:40Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Pengamanan zona merah erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, terus diperketat personel TNI AD, sehingga tidak ada lagi warga yang berbuat nekad memasuki kawasan yang sangat berbahaya itu.

 Penduduk   maupun   pengungsi    erupsi    Gunung    Sinabung  tidak  di­benarkan memasuki desa yang berada di radius tujuh kilometer, kata Komandan Satuan Tugas Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung, Letkol Inf Asep Sukarna yang dihubungi dari Medan, Ming­gu. Larangan tersebut dilakukan karena selama beberapa hari ini intensitas erupsi gunung berapi itu cukup tinggi dan setiap hari terus meluncurkan awan panas dan semburan debu vulkanik.

Luncuran awan panas itu me­lintasi di sejumlah desa di Kabu­paten Karo yakni Desa Bekerah, Desa Sukanalu dan Desa Mardinding. Hal ini sangat berbahaya bagi penduduk yang mencoba memasuki daerah tersebut, ujar Asep.

Dia menyebutkan, warga yang mencoba memasuki daerah larangan itu dengan cara sembunyi-sembunyi malalui jalan kecil di daerah persawahan dan bukan melalui pintu portal yang terpasang di ja­lan raya.

Oleh karena itu, diminta kepa­da masyarakat dengan kesadaran yang cukup tinggi, agar jangan me­masuki desa yang berada di bawah radius yang berbahaya. Kita tidak ingin terjadi adanya korban jiwa yang dialami warga aki­bat terkena luncuran awan panas dan lontaran materil debu vulkanik erupsi Sinabung, kata Asep yang juga Komandan Kodim 0205/TK.

Dansatgas menambahkan, per­sonel TNI AD yang disiagakan untuk menjaga pengamanan ben­cana alam tersebut, hampir lebih kurang 500 anggota dan tersebar di daerah yang rawan. Para personel tersebut juga ber­ada di daerah yang dianggap aman dan tidak memasuki kawasan yang dilarang berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Ben­cana Geologi (PVMBG), katanya.

Jumlah pengungsi erupsi Sinabung, hingga Minggu lercatat sebanyak 10.606 jiwa atau 3121 kepala keluarga dan mereka itu ditempatkan di 10 titik penanpungan. Ke 10 lokasi tersebut yak­ni Jambur Lau Buah Batu, Paroki Gereja Katolik Kabanjahe dan Ge­dung Serbaguna KNPI Kabanjahe. Kemudian, Gedung Serbaguna GBKP Kabanjahe, Jambur Sempajaya, Gudang Jeruk Surbakti, Jam­bur Tongkoh, Jambur Korpri, Jam­bur Tanjung Mbelang dan GPDl Ndokum.

Data yang diperoleh, penduduk yang telah diungsikan itu berasal dari 11 desa yakni Desa Gurukina­yan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Su­kanalu, Berastepu, Desa Jaraya, Desa tatengah, Desa Sigarang garang, Desa Mardingding, Desa Kutagugung dan Desa Kutarayat.

Sebelumnya,  PVMBG   sejak   2   Ju­ni   2015  pukul 23.00 WIB menge­luarkan pengumuman bahwa status Gunung Sinabung naik dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).

Sementara itu pemerintah di­minta segera menetapkan status erupsi Gunung Sinabung di Kabu­paten Karo, Sumatera Utara, un­tuk mengambil berbagai langkah dan kebijakan yang diperlukan untuk penanganannya. Tetapkan dulu statusnya. Dari status itu, akan ditentukan lang­kah-langkah selanjutnya, kata Ke­tua Komisi E DPRD Sumut Efendi Panjaitan di Medan, Menurut Efendi, erupsi  Gu­nung Sinabung tersebut merupa­kan bencana alam yang berkepanjangan dan belum berkesudahan sejak erupsi intensif pada Septembei 2013.

Erupsi Gunung Sinubung telah menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan potensi perekonomi­an ribuan warga dari sejumlah desa di Karo menjadi musnah. Berdasarkan pengalaman sela­ma ini, erupsi Gunung Sinabung bukan hanya menimbulkan ma­salah fisik, melainkan problemati­ka psikis yang dialami masyarakat. Musibah itu terjadi berulang-ulang, mengungsi, lalu pulang, mengungsi lagi. Kapan tuntasnya, belum diketahui pasti katanya. (Sumber : HU Suara Karya)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pengamanan Zona Merah Erupsi Gunung Sinabung Diperketat