TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

pisah sambut tugas Satgas Pamtas di Nunukan gelar hiburan dengan masyarakat

By 23 Jun 2015 13:46Kodam VI/Mulawarman
20150623c
NUNUKAN, Biasanya acara pisah sambut Satuan Tugas Pengamananan Perbatasan (Satgas Pamtas) akan penuh dengan acara seremonial. Namun acara perpisahan dari Satgas Pamtas Yonif 433/ Julu Siri Kostrad yang akan meninggalkan kota Nunukan laksana konser hiburan band.
Ini tak lain karena komandan satgas pamtasnya adalah juga seorang saxophonis. Tak tanggung-tanggung satu lagu kenangan tentang tugas di wilayah perbatasanpun tercipta dari Agustatius Sitepu yang bertugas selama 10 bulan di wilayah perbatasan tersebut.
Lagu ciptaannya itu mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun wilayah perbatasan. “Masih salah-salah, saya ciptain mendadak setengah empat sore. Ini flash back selama 10 bulan saya di sini, tertarik saya untuk menulis lagu ini. Lagunya pesan dari perbatasan,” ujarnya, Minggu (22/06/2015).
Selain penampilan sang komandan yang dekat dengan warga perbatasan tersebut, penampilan lain ditunjukkan pelajar SD hingga SMP dengan tarian daerah dan vokal grup serta penamplan sanggar senam di Nunukan yang berkolaborasi dengan anggota Satgas Pamtas. Mereka menampilkan tarian Mamere serta penampilan Orang Kristen Muda (OKM) Nunukan yang membawakan lagu “Gubahan” dari Arie Lasso dengan “Mengejar Matahari”.
“Biasanya markas tentara itu serem, kaku, tapi komandan yang ini tidak. Kita diizinkan menggunakan lapangan untuk latihan pramuka, komandannya juga baik tidak galak,” ujar Riska, pelajar Sekolah Dasar yang ikut menyumbangkan tarian tersebut.
Salah satu kedekatan Satgas Pamtas Yonif 433/Julu Siri Kostrad dengan masyarakat perbatasan bisa dilihat dari keberhasilan mereka membujuk warga yang memiliki senjata api rakitan untuk menyerahkan secara suka rela kepada satgas pamtas. Dari himbauan tersebut sebanyak 12 senjata rakitan diserahkan warga secara suka rela.
Selain itu Satgas Pamtas juga berhasil menekan peredaran minuman keras ilegal asal Malaysia yang biasanya bebas diperjual belikan di wilayah perbatasan. Sebanyak lebih dari 13.000 botol berhasil diamankan oleh Satgas Pamtas Yonif 433/Julu Siri Kostrad.
Maraknya peredaran sabu yang diselundupkan dari Malaysia juga tak luput dari incaran Satgas. Barang bukti sabu-sabu sebanyak 1,3 kg beserta lebih dari 20 pelaku berhasil dicegah masuk ke Indonesia.Tugas utama Satgas Pamtas Yonif 433/Julu Siri Kostrad untuk memantau keberadaan 1987 patok perbatasan juga telah dilaksanakan.
“Patok sudah seratus persen kami patroli dan sudah kami laporkan kepada komando atas sesuai dengan hasil yang didapat, baik itu rusak rusak ringan maupun yang tidak ditemukan sesuai dengan koordinat yang ada, Dan akan ditindak lanjuti bik daripimpunan atas maupun dari satgas berikutnya,” ujar Agustatius Sitepu.
Sementara pengganti Satgas Pamtas Yonif 433/ Julu Siri Kostrad adalah Satgas Pamtas Yonif 521/ Dadaha Yudha di bawah Komando Detasemen Militer V Brawijaya Kediri. Dansatgas Pamtas 521 Dadaha Yudha Letnan Kolonel Infanteri Slamet Winarto mengatakan, Satgas Pamtas Yonif 521/ Dadaha Yudha nantinya akan mengawasi lebih dari 4000 patok perbatasan dengan 19 pos pemantau wilayah perbatasan.
“Sebelumnya 433 mengawasi 15 pos, tapi kebutuhan organisasi baru sekarang ada penambahan 4 pos. Patok yang kita awasi sebanyak 4,000 patok moga moga bisa tercapai selama 9 bulan,” ujar Slamet Winarto.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

pisah sambut tugas Satgas Pamtas di Nunukan gelar hiburan dengan masyarakat