TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Sukseskan Swasembada Pangan. Dandim: Siapa Bermain Air akan Ditindak Tegas

By 18 Jun 2015 12:15Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Untuk mengawal program gil­ir giring air ke areal persawahan sesuai jadwal dan muaranya air terbagi secara merata dan dam­paknya ancaman kekeringan di Kabupaten Indramayu bisa diminimalisir, Komandan Kodim (Dandim) 0616/Indramayu Let­kol ARH Zaenudin berjanji akan menindak tegas mafia air.

“Siapa bermain air, akan ditin­dak tegas. Siapapun dia,” tandas Dandim saat membuka rapat “Koordinasi Prediksi dan Antisi­pasi Kekeringan musim tanam (MT) II (gadu) di aula Makodim setempat, Rabu (17/6).

Hadir dalam kesempatan terse­but, Pabandya Wanwil Kodam III/Siliwangi Letkol Benny Suharto, Kepala Balai Pengkajian Teknolo­gi Pertanian (BPTP) Prov Jabar Dr. Ir Nandahg Sunandar, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu H. Firman Muntako, PJTII Didin, perwakilan Bakorwil Cirebon, Kepala BKP3 Indramayu H. Warjo, perwakilan PSDA, Tamben Indramayu, Danramil, Kepala UPTD Pertanian dan Koordina­tor BPP serta undangan lainnya.

Menurutnya, pengawalan un­tuk mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Indramayu sudah bagus namun harus lebih dioptimalkan lagi. Daerah-daerah rawan kekeringan diinventarisir. Soliditas petugas di lapangan leb­ih dioptimalkan lagi. Jika solidii-tas sudah terjaga maka program gilir giring air dari .Bendung Rent­ang maupun Waduk Jatiluhur bisa terkawal secara maksimal. “Demi suksesi program swasem­bada pangan maka siapapun yang bermain air akan ditindak tegas,” ujar dia.

Keterlibatan TNI dan Polri dalam mengawal program gilir giring air manfaatnya dirasakan oleh petani dan hal itu diakui oleh Kepala BKP3 Indramayu H. War­jo. Menurutnya, dengan adanya keterlibatan TNI dalam menga­tur pola gilir giring air dari bend­ung/waduk dan seterusnya hing­ga pematang sawah, air mengalir hingga daerah ujung. “Sekarang sudah tidak ada lagi yang berani membuka pintu air. Semua pintu dijaga oleh TNI/Polri dan petugas lainnya. Beda dengan dulu, kalu dulu, meski pintu air sudah ter­tutup namun bisa dibuka paksa oleh maña air,” kata Warjo.

Hal tersebut dibenarkan pula oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Indramayu H. Firman Muntako. Dengan adanya pen­gaturan pola gilir giring yang diko-mandoi oleh TNI sekitar 1.000 hektare lahan persawahan yang terancam kekeringan terselamat­kan.

Menurutnya, dari 31 keca­matan yang ada di Indramayu se­belas kecamatan terancam keker­ingan. Sebaran areal persawahan yang terancam kekeringan sekira 8.500 hektare. Jumlah tersebut sebagian masih bisa diselamat­kan, karena kondisi kekeringan­nya sedang dan ringan “Berkat soliditas tim antisipasi kekeringan sekira 1.000 hektare sudah terse­lamatkan dan sekarang sedang menyelamatkan 1.300 hektare lagi,” kata dia disela-sela rapat.

Ditambahkan, sumber air yang mengaliri areal persawahan di Kabupaten Indramayu beras­al dari tiga titik, pertama Bend­ung Rentang Jatitujuh Majaleng­ka, Saluran Cipanas dan terakh­ir Waduk Jatiluhur.

Sementara Kepala BPTP Prov Jabar Dr. Ir Nandang Sunandar mengaku upaya optimalisasi la­han kekeringan di Kabupaten In­dramayu sudah maksimal. Menu­rutnya, curah hujan pada tahun 2015 ini normal. Artinya jika curah hujan normal maka bulan Juni sudah masuk musim kemarau. “Jika sumber air sudah tidak ada maka selamatkan lokasi persawa­han yang masih bisa diselamat­kan,” kata Nandang. (Sumber: HU Pelita)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Sukseskan Swasembada Pangan. Dandim: Siapa Bermain Air akan Ditindak Tegas