TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

TNI Turut Membasmi Hama PANDAK

By 28 Jun 2015 00:01Kodam IV/Diponegoro
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Keterlibatan anggota TNI dari Kodim 0729/Bantul dalam sektor pertanian guna mendukung upaya khusus (Upsus) padi, jagung, kedelai (Pajale) untuk mencapai swasembada pangan dan ketahanan pangan yang dicanangkan presiden beberapa waktu lalu sangatlah serius. Selain mengikuti pelatihan Upsus Pajale, tentara juga berlatih menggunakan alat sistem pertanian (alsintan) modern, hingga pembasmian hama dan penyemprotan. Anggota Kodim Bantul pada saatnya nanti juga akan mendampingi petani hingga panen dan paska panen.

Kesungguhan untuk mendampingi petani ini juga dapat dilihat saat anggota Koramil 16/Pandak dipimpin Damramil Kapten (Inf) Diya S melakukan pembasmian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan penyemprotan di lahan milik Kelompok Tani (Klomtan) “Tani Rejo 1” dan “Tani Rejo 2” kerjasama dengan Lab PHPT, BPP Pandak dan UPTD BPTP DIY, Jumat (26/6) pekan lalu.

Padi disemprot menggunakan pestisida hayati bernama “Beuveria Basiana”ÄÄ di bulak Bajang dan Bulak Jangkang, Dusun Gesikan, Desa Wijirejo, Kec Pandak. Para tentara ini terlihat cekatan saat menggunakan alat semprot yang disediakan oleh petugas pertanian dan petani. “Kami yang berada di Koramil Pandak, siap untuk mendukung suksesnya swasembada Pajale. Kami siap mendampingi petani sebagaimana yang dilakukan oleh Komando atas,”kata Kapten (inf) Diya S di lokasi.

Program pendampingan petani dalam Upsus Pajale merupakan hasil MoU (nota kesepahaman,red) antara Kementrian Pertanian RI dengan Mabes TNI. Sedangkan untuk wilayah Jogja sudah ditanda tangani MoU antara Korem 072/Pamungkas dengan Dinas Pertanian DIY. Sebelumnya, kegiatan pemberantasan OPT juga dilakukan anggotaTNI dari Kodim 0729/Bantul dan petani di lahan milik Klomtan “Marsudi Lestari” Dusun Jurug, Desa Argosari, Kec Sedayu.

Pemupukan dan ‘berburu’ hama dilakukan pada lahan seluas 14,772 hektar milik 152 petani yang ditanami secara serentak Mei lalu. Lahan ini sebelumnya selama empat tahun terakhir dibiarkan
nganggur dan tidak ditanami. Pasalnya jika ditanami padi, pasti akan diserbu tikus sehingga petani mengalami kerugian. “Kita dari anggota TNI berkomitmen untuk membantu petani di wilayah tersebut. Sebab sebelumnya lahan dibiarkan tidak ditanami akibat serbuah tikus dan hama yang lain,”kata Pasiter Kodim 0729/Bantul, Kapten (Inf) Kusmin secara terpisah.

Diharapkan dengan pendampingan ini petani akan lebih bersemangat lagi dalam mengolah lahannya dan hasil padi bisa memuaskan.Sehingga menurut Pasiter, kegiatan membantu petani yakni
pemupukan dan pemusnahan OPT tidak hanya dilakukan sekali namun dilakukan secara berkesinambungan. Anggota TNI juga ikut dalam gopyokan tikus di tempat itu. (Kodim 0729/Bantul)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

TNI Turut Membasmi Hama PANDAK