TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Uji Kelayakan Calon Kepala BIN dan Panglima Belum Ada Kepastian

By 23 Jun 2015 11:57Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) dan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih sumir. Kendati telah ada calonnya, namun belum ada jadwal pasti kapan hal tersebut dilakukan. Yang ada justru rapat tertutup antara Komisi I, Panglima TNI, Kepala BIN dan Menteri Luar Negeri (Menlu) di Komplek Par­lemen.

Belum ada jadwal pasti ka­pan pelaksanaan fit and proper test calon Panglima TNI dan Kepala BIN.  DPR akan memu­tuskan waktunya setelah rapat paripurna dan penjadwalan melalui rapat badan musyawa­rah (Bamus) DPR  ungkap Manfudz Siddiq, Ketua Komisi I DPR RI kepada para wartawan.

Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu,  pa­ling lambat seharusnya akhir Juni 2015 ini  fit and proper test sudah bisa dilakukan. Apalagi nama Jenderal Gatot Nurmatyo dan Sutiyoso sudah dikirirnkan ke pimpinan DPR RI sebagai calon tunggal baik untuk jabatan Pang­lima TNI maupun Kepala BIN. Tapi prosedurnya masih ha­rus menunggu rapat paripurna dan dijadwalkan di Bamus se­belum menugaskan Komisi I DPR RI untuk melakukan  fit and proper test.

Ketua DPR RI Setya Novanto membenarkan bahwa pi­haknya masih membahas per­siapan pelaksanaan uji kelaya­kan dan kepatutan kedua calon tersebut. Ini kita sedang ba­has, karena ada beberapa Masukan ­ yang kita ha­rus dengarkan juga.

Dia menegaskan, dirinya belum menentukan waktu pasti uji kelayakan yang akan dija­lani calon tunggal Presiden Joko Widodo itu. Pasalnya, untuk waktunya, selaku pimpi­nan menyerahkan pada sidang paripurna terdekat. Minggu depan pimpinan DPR melakukan rapat pimpi­nan. Nanti kita serahkan  ke pa­ripurna lalu ke Bamus dan ke­mudian ke Komisi I, tutur pria yang akrab disapa Setnov itu.

Sementara itu di luar Gedung parlemen RI, muncul aksi peno­lakan terhadap calon Kepala BIN Sutiyoso. Belasan mahasiswa yang tergabung da­lam Jaringan Mahasiswa Indo­nesia menggelar aksi demon­strasi di depan kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan di depan kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan menolak Bang Yos panggilan Sutiyoso menjadi calon Kepala BIN. Itu karena mahasiswa menduga Bang Yos terlibat serangkaian peristiwa HAM. Salah satu di antarnya penyerangan Sekretariat DPP PDIP di yang dikenal kerusu­han 27 Juli (Kudatuli) 1998.

Oleh sebab itu, mahasiswa berharap PDIP tidak lupa de­ngan peristiwa yang memakan korban jiwa tersebut. Kami menabur bunga di sini (kantor DPP PDIP) untuk mengingatkan bahwa pernah terjadi peristiwa yang mengerikan di sini. PDIP seharusnya ingat hal itu, ujar Suep salah satu orator demo.

Sebelum melakukan tabur bunga di kantor DPP PDIP, maha­siswa menggelar aksi di Komnas HAM. di Jalan Latuharhary, Ja­karta. Dalam aksinya, mereka mendesak Komnas HAM mengirimkan surat resmi permohonan pencabutan pencalonan Sutiyoso sebagai Kepala BIN kepada Pre­siden Jokowi. Mereka juga me­minta Komnas HAM menjelaskan dugaan keterlibatan Sutiyoso da­lam peristiwa Kudatuli itu.

Polemik di balik penunjukan Sutiyoso menjadi calon Kepala BIN dimaknai sebagai dua sisi mata uang tidak bisa terpisah­kan. Wakil Ketua Komisi I DPR, Tantowi Yahya mengatakan, penunjukan Sutiyoso menjadi calon KaBIN di satu sisi meru­pakan hak prerogatif presiden. Namun, di sisi lain, masyarakat sipil berhak menyampaikan seluruh aspirasi dalam berba­gai bentuk dan ekspresinya.

Masyarakat sipil mempunyai hak untuk menyampaikan penolakan dalam berbagai ben­tuk dan ekspresi. Kita lihat saja nanti perkembangannya, ujar Tantowi di Ruang Rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan. Dia menyampaikan, pi­haknya di Komisi I DPR bisa menyampaikan keberatan ma­syarakat terhadap pencalonan Sutiyoso ketika proses uji ke­layakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kepala BIN berlangsung.  (Sumber HU Indo pos)

 

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Uji Kelayakan Calon Kepala BIN dan Panglima Belum Ada Kepastian