TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Danrem:” Menyikapi Kejadian Tolikara, Masyarakat Surabaya Waspadai Proxy War”

By 23 Jul 2015 12:59Kodam V/Brawijaya
rem 1

Surabaya (23/07)- Kejadian kerusuhan di Tolikara, Papua menjadikan pelajaran bagi beberapa daerah khususnya kota Surabaya. Sebab kejadian serupa sudah 4 daerah sudah pernah terjadi dengan rincian 2 di pulau jawa, 2 lainnya terjadi di daerah Sulawesi dan di Ternate. Menyikapi kejadian tersebut Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf M. Nur Rahmad menghimbau kepada seluruh masyarakat Surabaya agar menyikapi kejadian tersebut secara arif dan bijaksana hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Keamanan Kota Surabaya siang tadi. Bertempat di Gedung Sawunggaling lantai 6.

Pada kesempatan tersebut didepan Stekholer perwakilan personel Babinsa dan Polsek Kota Surabaya, Beliau mengatakan bahwa yang terpenting bagaimana menumbuhkan rasa nasionalisme sehingga Negara ini bisa kokoh. Kolonel Nur Rahmad juga pernah tugas di Sorong Papua menceritakan bahwa sejatinya tidak ada masalah yang berarti antar toleransi antar umat beragama di Papua.”Sama halnya dengan di daerah Ambon saat perayaan Natal, warga muslim ikut membantu pelaksanaan, begitupun sebaliknya saat pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri warga yang beragama Nasrani ikut membantu dalam perayaannya” pungkasnya.

Danrem menilai kerusuhan di Tolikara bukan murni konflik antar agama satu dan lainnya, sebab korban tidak hanya dari pihak yang beragama muslim saja tetapi beberapa Kios-kios warga Kristen juga ikut terbakar. Lebih jauh Beliau mengingatkan kembali akan bahayanya Proxy War dalam mencari celah untuk membenturkan salah satu agama. Proxy War atau perang Proxy sendiri yakni perang yang mengandalkan kepandaian Smart War, strategi yang dipakai bisa saja berbentuk politik adu domba atau dengan sengaja menciptakan kondisi untuk memperkeruh suasana”oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh warga Surabaya agar tidak terpancing dengan kejadian yang ada di Tolikara sebab masalah sudah selesai. Bangunan Masjid atau Mushola dan Kios-kios yang terbakar sudah dibangun kembali”, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa “Surabaya harus tetap aman dan kondusif sebab kota ini merupakan barometer keamanan nasional. Karena itu, wajib hukumnya menjaga persatuan bangsa ini.

Risma juga mengatakan tujuan diselenggarakannya rakor adalah untuk menjaga situasi Surabaya tetap kondusif. Utamanya setelah kejadian kerusuhan di Tolikara, Papua. Risma menyatakan rakor ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan antar-tokoh lintas agama di level kecamatan. Harapannya, melalui pertemuan tersebut, para tokoh agama dapat memberikan penjelasan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.

Pemerintah Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi bersama SKPD dan pihak kepolisian dan TNI guna membahas antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca-kerusuhan di Tolikara, Papua.(Penrem084/TI)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Danrem:” Menyikapi Kejadian Tolikara, Masyarakat Surabaya Waspadai Proxy War”