TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Gatot Nurmantyo Resmi Pimpin TNI

By 09 Jul 2015 10:27Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Panglima TNI meng­gantikan posisi Jenderal TNI Moeldoko yang akan mema­suki usia pensiun pada 1 Agustus 2015.

Sebelum dilantik menjadi Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Penunjukan Gatot se­bagai calon tunggal Panglima TNI itu dis­erahkan oleh pemerintah kepada DPR pada 9 Juni 2015 lalu.

Penunjukan Jenderal Gatot Nurman­tyo sebagai Panglima TNI mengejutkan banyak pihak. Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna yang digembar gemborkan akan memegang tongkat komando pucuk pimpinan TNI pun meleset.

Begitu juga, Kepala Staf TNI An­gkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi yang concem ter­hadap visi dan misi pemerintah dalam menjadikan Indonesia se­bagai Poros Maritim Dunia.

Setelah menjalani uji kelay­akan dan kepatutan di DPR, akhirnya 10 Fraksi di Komisi I DPR RI setuju mengangkat Jen­deral TNI Gatot Nurmantyo seb­agai Panglima TNI dan juga me­nyetujui pemberhentian Jender­al Moeldoko dari jabatan Pangli­ma TNI.

Kemudian, dalam Rapat Par­ipurna DPR RI ke-36 di masa sidang ke IV memberikan per­setujuan kepada Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI pada Jumat 3 Juli 2015.

Komisi I DPR pada Rabu 1 Juli 2015 lalu,  menyetujui pencalonan Gatot se­bagai Panglima TNI berdasarkan tiga pertimbangan.

Pertimbangan pertama adalah persyaratan administrasi dari  se­luruh penelaahan tidak ada ma­salah.

Kedua, paparan visi, misi, dan program Gatot menunjukkan hal penting yaitu menggambar­kan dan mencerminkan penge­tahuan .tentang aspek geopolitik dan geostrategis kawasan glob­al yang menjadi tren perubahan.

Ketiga,  pandangan  Gatot  yang  dinilai dapat melakukan konsol­idasi secara institusi seperti per­sonel doktrin dan alat utama sistem senjata (alutsista).

Penyandang Dan IV Karate ini berkomitmen akan melakukan modernisasi alutsista TNI dengan pembangunan minimum essensial forees (MEF) hingga tahun 2024.

Gatot menjelaskan modernisa­si itu dilakukan dengan pembe­lian alutsista    baru     dan    optimal­isasi    alutsista     lama       serta meng­utamakan  kemandirian industri pertahanan nasional. Lalu kon­solidasi dalam hal pembenahan doktrin, dilakukan secara terus menerus untuk menjaga validi­tas dan relevansi doktrin, tu­turnya.

Ketua   Umum  Pengurus  Besar Federasi Olahraga KarateDo In­donesia   (PB FORKI)   ini men­gatakan konsolidasi  dalam pen­ingkatan pembinaan satuan me­lalui peningkatan kemampuandasar prajurit. Hal itu, menurut dia, dilakukan agar prajurit men­guasai teknologi, mahir menem­bak, dan beladiri militer.

Kedua, menurut Gatot, melakukan interoperabilitas me­lalui efisiensi penggunaan sum­ber daya dan keterpaduan antar angkatan. Lalu prioritas pem­bangunan dan pengembangan kekuatan TNI untuk mendukung kebijakan pembangunan poros maritim dunia,  ujarnya

Ia menjelaskan gagasan utama yang ketiga terkait kedekatan TNI dengan rakyat agar TNI harus sa­dar bahwa TNI lahir dari rakyat. Menurut dia rakyat merupakan ibu kandung TNI dan berjuang bersama rakyat untuk mencapai tujuan nasional. Lalu melaku­kan serbuan teritorial. Serbuan yaitu saat kritis dan menentu­kan harus mengerahkan semua daya dan kemampuan untuk menang, tukasnya.

Dia menegaskan TNI berkomit­men untuk merebut hati dan pikiran rakyat untuk bersama-sama mencintai dan memban­gun bangsa Indonesia. Gatot mengatakan TNI mengarah pada suatu cara berpikir yang seder­hana, namun menyentuh dan terpengaruh nyata terhadap per­cepatan pembangunan TNI dan menjaga keutuhan NKRI.

Modernisasi    Alutsista     Ia    men­gatakan   akan     melakukan mod­ernisasi alat utama sistem senja­ta dengan dukungan pemerintah yang meningkatkan anggaran untuk langkah tersebut. Lang­kah itu sesuai dengan asumsi kekuatan ideal dan sejalan den­gan Kabinet Kerja yang mening­katkan anggaran untuk alutsista 1,5 persen dari PDB,  papar Ga­tot Nurmantyo.

Dia mengatakan dalam rangka pemenuhan alutsista modern itu maka TNI akan membeli produk baru bukan barang bekas atau hibah. Menurut dia, pembeli­an itu agar memenuhi standar alutsista dunia dan memenuhi industri dalam negeri.  Saya akan memastikan semua alut­sista siap secara proporsional, ujarnya.

Ia juga berjanji lebih mengu­tamakan produk alutsista dalam negeri .   Menurut   dia,   pembeli­an  alutsista   dari   luar negeri  di­lakukan ketikaIndonesia be­lum mampu memproduksi sesuai dengan standar yang diperlu­kan. Pembelian alutsista ini juga  harus dilakukan dengan trans­fer teknologi dan transfer pen­getahuan,  kata jenderal berbintang empat itu.

Menurut dia, modernisa­si alutsista dengan doktrin se­bagai pembangunan TNI. Gatot mengatakan di negara mana pun pengembangan militer diperlu­kan meskipun kondisi ekonomi lemah. Melalui angkatan yang tangguh maka roda ekonomi akan terjalan karena akan men­gatasi segala macam gangguan yang berpotensi mengganggu ke­giatan ekonomi, tutur mantan Pangdam V/Brawijaya ini.

Gatot yang merupakan salah satu jenderal terbaik yang dimil­iki TNI saat ini. Dia juga meru­pakan sosok prajurit profesional dan intelektual dengan pandangan dan wawasan luas terhadap pembangunan pertahanan nasi­onal. Selain itu, cepat memaha­mi tentang ancaman serangan terkait perang.

Mantan Pangkostrad yang merupakan lulusan Akademi Mi­liter tahun 1982’memiliki karier yang cukup moncer di dunia mi­liter. Dia ditempatkan dalam ke­satuan infantri baret hijau Ko­mando Strategis Angkatan Da­rat (Kostrad),  (Sumber: HU Pelita)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Gatot Nurmantyo Resmi Pimpin TNI